Soul
Januari 11th, 2007 by BANGKIT.S.MAHANANI
Kau mungkin pernah mengenalku dalam mimpimu
Dan di batang subuh yang lindap, kau bawakan aku sepucuk surat dengan kertas
Berwarna merah muda, bukan karena cinta, namun karena kita sepasang sahabat yang
Tak sempat mengenal
.
Kau mungkin mengingat jelas pertemuan yang hampir sulit kau ungkapkan itu ,
Karena jarak antara mimpi dan sadar terlalu tipis tuk dibedakan
.
Beranda rumah tua itu jelas adalah beranda tempatmu mengadu, tempatmu terlelap, tempatmu bersandar. Dan inginkah kau tau ?
Aku persis ada di sana saat kau menyirami kembang-kembang
Di tengah ilalang yang makin melintang
.
Kau menginginkan jiwa kita bersatu merangkai kisah yang baru, menyelimuti dunia
Yang Maha Abstrak ini dengan segala kemakmuran, kesejahteraan, penuh dengan persatuan walau di lain waktu pasti ada kehancuran. Jiwa. Moksa.