buat sisca anelia
seketika terrebah,
antara mata hati mati tak berdetak
mengalir pedih terhunus sesak
sebening embun menetes dari mata
tak tau arah mana tuk di tuju
cuma dia, malam sedia setia menemani
tunjukan arah ke jiwa-jiwa di alam ini
yang di kata mati… tiada siapa yang tahu
kapan dia mati…
cuma aku dan dia,
kasih temali yang tercipta di jiwaku
merasakan belai aral tangan-tangan mati kata orang
ini dia, lahir dari hidupku
seikat rasa rindu dan tahu silih berganti nafas terputus
sekedar mengisi bada-badan kosong
kasihku laut tak sampai
ini kasih dari kasihku
biaralah pergi melaut lepas dari seribu pulau kau batui
kucoba nanti merapat kembali, dengan badan baru
dan wajahkupun dengan bias sinar yang lain
datang merangkul kembali tangan hatimu
yang penuh kelembutan…..
non stop terus berputar meski selalu
tiada mendapat
king 17.30 WIB
2007 jan 4