KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Suara

Hujan mengetuk jendela ruang kuberdiam

ada suara yang merambat di gelombang udara

: seperti suara perempuan

Kumatikan note book, televisi, dan lampu

namun aku masih mendengar suara itu

sebegitu dekat, seolah di depan gendang telinga kau merambat

“apa yang terjadi?” tanyaku pada dingin hujan

“kau gila!” jawab hujan sembari mengetuk daun jendela

Aku berlari turun ke jalan menembus hujan

suara itu terus memanggil lewat getaran-getaran

dedaun dan reranting di pinggir jalan kota tua.

Selembar kertas di jalan yang basah menceritakan padaku

tentang seorang pengantin perempuan yang lari

di hari pernikahannya, karena ia tahu

: yang menutup dan mengunci ruang hatinya -

adalah hanya kekasihnya,

yang kini sedang berdiri di perempatan jalan kota tua

saat hujan meluruh. Dan aku melihat pengantin perempuan itu

- sedang menuju ke arahku.

Bengkel Imaji Malang, Ujung Tahun 2006

Tinggalkan Komentar