KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

kau;
beri senyum ku tersipu
beri rindu kumenanti
beri sedu ku’tak menangis
beri janji ku melayang
beri luka ku tersenyum
ya, luka yang tawarkan sejuta rasa
pedih dan perih memang mengecapnya,
apapun itu rasanya. tapi,…

sungguh ku’tak apa’
kupunya hati sudah tegar
sudah paham suatu bahan ini
di akhir cerita hati memilih.

meski tak bisa pendam mata hati
timbun sejuta air tak bernyawa
basahi seribu pori-pori jiwa…

jua, hidup seperti itu
cuma berbisik selewat angin
tambah ini makin menyepi
tiada cerita tuk’ berapa waktu

sejenak lirih bersama malam
merajut naskah bersama bulan.
lain nanti cerita ini…

berbeda seperti:

kau;
beri senyum kutersipu
beri rindu kumenanti
beri sedu ku’tak menangis
beri luka ku tersenyum
sungguh ku’tak apa’

sudah ku bisikan kepada tuhanku;
” tuhan temukan ia yang dulu sejenak
kau singgahkan di tepi hati ini
ya, temukanlah rumah, rumah tulang rusuk
yang kau ukir sebentuk hati dirinya, jua
berikan sinar mentari terbaik untuknya,
sinar kebahagiaan, ya, abadi untuknya
dan tak’an pernah usang di pagi hari

Tinggalkan Komentar