Kata-kata pada Diam
Januari 6th, 2007 by lubisgrafura
Kita sama-sama berdiam
duduk saling memunggungi
pada ruang yang melegam
sebentuk kipas angin berputar di sisi ruang
mempermainkan cahaya yang masuk
membuat sorot lingkaran pada dinding
seperti proyeksi film di bioskop
ada tangis bayi di luar sana,
entah bayi kita atau siapa
(bukankah tangis bayi semua sama?)
“kenapa tak kita sudahi saja ini?”
Suaraku menggema dalam ruang yang dalam
“kau, sebagai lelaki yang musti memulai!”
kita masih berdiam, masih enggan menoleh
tetapi, jemari kita tiba-tiba berpagut.
Bengkel Imaji Malang, Ujung Tahun 2006