Jakarta Terlalu Sibuk
Januari 6th, 2007 by tiranisastra
Jakarta terlalu sibuk
si kaya sibuk menimbun harta
si miskin sibuk mencari uang
si pintar sibuk belajar
si bodoh sibuk bergurau
para pejabat sibuk menutip aib
para mahasiswa sibuk berorasi
para majikan sibuk cari untung
para buruh sibuk demontrsi
para kritikus sibuk mengkritik
para pelajar sibuk berteriak
“pemerintah tukang korupsi”
pak ust sibuk berzikir
para penjahat sibuk bermaksiat
Jakarta terlalu sibuk
kemana si kaya ketika banyak orang yang membutuhkan
kemana si miskin mencari uang
kemana si pintar ketika orang-orang ingin belajar darinya
kemana si bodoh mencari ilmu
kemana para pejabat ketika rakyat membutukannya
kalau para mahasiswa sibuk berorasi siapa lagi yang akan belajar
kalau para majikan sibuk mencari untung siapakah yang akan dirugikan
kalau para buruh sibuk berdemo siapa lagi yang akan bekerja
kenapa kritikus terus mengkritik orang lain sedangkan dia tak mau dikriitk
kemanakah orang-orang alim ketika banyak manusia yang tersesat
kenapa para pelajar berteriak anti korupsi sementara mereka masih mencontek
Jakarta memang terlalu sibuk
aku setuju dengan kamu tapi mengenai “kemanakah orang alim ketika banyak manusia yang tersesat”aku tak setuju
puisi yang bagus, mudah-mudahan kita bisa obyektif memahami maknanya. bravo