KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Jakarta Terlalu Sibuk

Jakarta terlalu sibuk

si kaya sibuk menimbun harta

si miskin sibuk mencari uang

si pintar sibuk belajar

si bodoh sibuk bergurau

para pejabat sibuk menutip aib

para mahasiswa sibuk berorasi

para majikan sibuk cari untung

para buruh sibuk demontrsi

para kritikus sibuk mengkritik

para pelajar sibuk berteriak

“pemerintah tukang korupsi”

pak ust sibuk berzikir

para penjahat sibuk bermaksiat

Jakarta terlalu sibuk

kemana si kaya ketika banyak orang yang membutuhkan

kemana si miskin mencari uang

kemana si pintar ketika orang-orang ingin belajar darinya

kemana si bodoh mencari ilmu

kemana para pejabat ketika rakyat membutukannya

kalau para mahasiswa sibuk berorasi siapa lagi yang akan belajar

kalau para majikan sibuk mencari untung siapakah yang akan dirugikan

kalau para buruh sibuk berdemo siapa lagi yang akan bekerja

kenapa kritikus terus mengkritik orang lain sedangkan dia tak mau dikriitk

kemanakah orang-orang alim ketika banyak manusia yang tersesat

kenapa para pelajar berteriak anti korupsi sementara mereka masih mencontek

Jakarta memang terlalu sibuk

2 Responses to “Jakarta Terlalu Sibuk”

  1. on 23 Jan 2007 at 08:59ekal

    aku setuju dengan kamu tapi mengenai “kemanakah orang alim ketika banyak manusia yang tersesat”aku tak setuju

  2. on 10 Mar 2007 at 13:44Vijay

    puisi yang bagus, mudah-mudahan kita bisa obyektif memahami maknanya. bravo

Tinggalkan Komentar