KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Cerita dari Pinggir Jalan

Jadi pengemis

Apakah salah satu dosa

Seumur-umur

Menemgadahkan telapak tangan

Menghadap insan

Meminta belas kasihan

Pagi buta

Berbekal lambung yang keroncongan

Begitu berani

Sudah pasang aksi di perempatan

Bumi singgasanaku

Langit adalah payungku

Lalu aku pun mengeluarkan rayuan manis

‘Wahai saudaraku, berbagilah sedikit hati untukku’

Aah, dasar manusia celaka

Pakaianmu saja yang nyetil

Apakah kau buta?

Apakah kau tuli?

Di depanku

Kau tak sudi membagi senyuman

Apalagi hati yang kuminta

Nah, yang ini ibu-ibu

Kain sutera membungkus erat lekuk tubuhnya

Dan alamak!

Hak sepatunya tak kurang dari tujuh senti

Berlenggak lenggok menghampiriku

Kukira ia rela membagi hati itu

Namun, ia mampir demi sepatah cacian

‘Jorok!’

Datang lagi dua anak kecil

Gerak geriknya begitu lincah

Wajahnya sepolos buah markisa

Ternyata tak lebih baik dari bapak ibu tadi

Mereka pun mengatai

‘Gembel jelek! Gembel jelek!’

Busyet!

Kenapa hari ini dan kemarin tak jauh beda

Kalau bukan tampang acuh

Paling kudapatkan cacian

Duh, Gusti

Panas hati ini

Seumur hidup terlunta-lunta

Hambahmu mencari hati yang bisa mencinta

Kenapa

KENAPA?

Orang-orang memberiku ludah

Mereka jijik

Layaknya

Aku ini kotoran

Jadi hartawan

Apakah salah satu pahala

Seumur-umur

Mengangkat kepala

Kepada saudara

Pura-pura lupa

Tinggalkan Komentar