Cerita dari Pinggir Jalan
Januari 6th, 2007 by evash
Jadi pengemis
Apakah salah satu dosa
Seumur-umur
Menemgadahkan telapak tangan
Menghadap insan
Meminta belas kasihan
Pagi buta
Berbekal lambung yang keroncongan
Begitu berani
Sudah pasang aksi di perempatan
Bumi singgasanaku
Langit adalah payungku
Lalu aku pun mengeluarkan rayuan manis
‘Wahai saudaraku, berbagilah sedikit hati untukku’
Aah, dasar manusia celaka
Pakaianmu saja yang nyetil
Apakah kau buta?
Apakah kau tuli?
Di depanku
Kau tak sudi membagi senyuman
Apalagi hati yang kuminta
Nah, yang ini ibu-ibu
Kain sutera membungkus erat lekuk tubuhnya
Dan alamak!
Hak sepatunya tak kurang dari tujuh senti
Berlenggak lenggok menghampiriku
Kukira ia rela membagi hati itu
Namun, ia mampir demi sepatah cacian
‘Jorok!’
Datang lagi dua anak kecil
Gerak geriknya begitu lincah
Wajahnya sepolos buah markisa
Ternyata tak lebih baik dari bapak ibu tadi
Mereka pun mengatai
‘Gembel jelek! Gembel jelek!’
Busyet!
Kenapa hari ini dan kemarin tak jauh beda
Kalau bukan tampang acuh
Paling kudapatkan cacian
Duh, Gusti
Panas hati ini
Seumur hidup terlunta-lunta
Hambahmu mencari hati yang bisa mencinta
Kenapa
KENAPA?
Orang-orang memberiku ludah
Mereka jijik
Layaknya
Aku ini kotoran
Jadi hartawan
Apakah salah satu pahala
Seumur-umur
Mengangkat kepala
Kepada saudara
Pura-pura lupa