KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Seribu Duka

Hancur hati ini

berpuing-puing tak bersisa

hati siapa yang tak ikut hancur

hati siapa yang tak ikut luka

bukan,bukan karena cinta yang bertepuk sebelah tangan

bukan pula karena putus cinta

lebih, lebih dari itu

Aku melihat begitu banyak air mata

Mendengar isak tangis anak-anak yang kehilangan ayah dan bundanya

aku, aku menyaksikan kebiadaban dunia

tapi aku berdiam, hanya melihat, hanya mendengar

tak bergerak, tidak membantu, tidak memberikan sesuatu

Bukan, bukan hanya aku

kami, kami tak bebuat satu cara pun

Tak sanggup

tak mungkin

tak, tak dan tak ada yang diperbuat

ini bukan cerita

ini kisah nyata

Penguasa negara adidaya

suka berbuat semaunya

menyerang negara yang tak ia suka

seribu alasan tak jelas ia katakan

banyak yang tak percaya

banyak yang tak suka

tapi apa daya

dia tahu apa yang dia mau

tahu kalau itu mudah

tahu kalau dia penguasa

tahu kalau takkan ada yang akan menolaknya

Ada, ada yang menolak

aku, kami menolaknya

kamilah orangnya

orang-orang yang hanya bisa melihat dan mendengar

Kami menyaksikan semua kekejaman

kami tak tahan dengan semua tindakannyatapi kami bagaikan sebuah pohon

hidup tapi tak dapat bergerak

kami tak dapat berbuat apa-apa

ketika maut menjemput satu ,dua, lebih dari seribu nyawa

Karena penguasa yang gila

gila mengejar teroris

gila kekuasaan

gila pengakuan

ini bukan cerita

ini kisah penoreh duka

duka ku

duka kita

duka manusia di dunia

One Response to “Seribu Duka”

  1. on 04 Feb 2009 at 12:56alyu

    puisi kamu bagus juga..

Tinggalkan Komentar