Seribu Duka
Januari 5th, 2007 by rini
Hancur hati ini
berpuing-puing tak bersisa
hati siapa yang tak ikut hancur
hati siapa yang tak ikut luka
bukan,bukan karena cinta yang bertepuk sebelah tangan
bukan pula karena putus cinta
lebih, lebih dari itu
Aku melihat begitu banyak air mata
Mendengar isak tangis anak-anak yang kehilangan ayah dan bundanya
aku, aku menyaksikan kebiadaban dunia
tapi aku berdiam, hanya melihat, hanya mendengar
tak bergerak, tidak membantu, tidak memberikan sesuatu
Bukan, bukan hanya aku
kami, kami tak bebuat satu cara pun
Tak sanggup
tak mungkin
tak, tak dan tak ada yang diperbuat
ini bukan cerita
ini kisah nyata
Penguasa negara adidaya
suka berbuat semaunya
menyerang negara yang tak ia suka
seribu alasan tak jelas ia katakan
banyak yang tak percaya
banyak yang tak suka
tapi apa daya
dia tahu apa yang dia mau
tahu kalau itu mudah
tahu kalau dia penguasa
tahu kalau takkan ada yang akan menolaknya
Ada, ada yang menolak
aku, kami menolaknya
kamilah orangnya
orang-orang yang hanya bisa melihat dan mendengar
Kami menyaksikan semua kekejaman
kami tak tahan dengan semua tindakannyatapi kami bagaikan sebuah pohon
hidup tapi tak dapat bergerak
kami tak dapat berbuat apa-apa
ketika maut menjemput satu ,dua, lebih dari seribu nyawa
Karena penguasa yang gila
gila mengejar teroris
gila kekuasaan
gila pengakuan
ini bukan cerita
ini kisah penoreh duka
duka ku
duka kita
duka manusia di dunia
puisi kamu bagus juga..