Ada yang Tak Ingin Kuhentikan
Januari 5th, 2007 by lyntang
Berserak kelopak kenanga di tanah
dan melati menari di rambut ikalku
tetapi bukan pesta pernikahan,
tak hanya kali ini
setiap hari aku memiliki bunga
sebuah jatuh, sebuah tumbuh
selalu berganti
Seringkali kau memintaku untuk tersenyum
dan menuliskannya dalam sebuah puisi
Tetapi hujan, seperti juga air mataku, menghapuskan baris-baris
keriangan itu
Aku tak lagi dapat tertawa dengan benar
Berhargakah sesuatu yang salah?
Hanya akan dibuang. Kau tahu?
Seringkali kau memintaku untuk tersenyum
dan menarikannya dalam sebuah lagu
Tetapi tubuhku koyak
Matamu menghunjam tulangku yang berdarah
Sepertinya
aku
tak pernah
mengenalimu.
Pernahkah kautanyakan, mengapa aku tak dapat membedakan
langit dan tanah?
Bagiku keduanya kelam.
Pernahkah kautanyakan, dari manakah siksa berasal?
Aku telah berulangkali mati.
Sepertinya
engkau
tak ingin
melihatku.
Bukankah di bumimu hanya ada dua cakrawala,
keemasan dan biru?
Kini sentuhlah, darah yang memerahkan langit
adalah sayatan hatiku
Jangan pernah merengkuh bila tak mengerti
jarak yang harus kautempuh
karena selalu ada yang tak ingin kuhentikan: perihku.
September 2005