Spring in Winter
Januari 4th, 2007 by Hortenshia
Musik berdentang, Kanna bersama 4 anggota lainnya mulai menari, “Kanna-chan, tabah ya,” Haruka mengajak bicara Kanna dengan setengah berbisik. Kanna tersenyum, “Aku tahu. Semua sudah berakhir,” “Asaba! Suzuki! Jangan banyak ngobrol! Kita sedang latihan,” “Waduh… ketahuan deh sama leader,” Alhasil, Kanna dan Haruka dimarahi Yumi selaku leader group.
Kanna baru bergabung menjadi anggota group dari TV swasta Nozomi TV, Hikari Group 3 bulan yang lalu. Ia sangat mengagumi salah seorang anggota bernama Minami Yukino. Sejak awal group terbentuk, Kanna sudah meng-idolakan Yukino. Setiap Hikaru Group manggung, Kanna selalu mengikuti. Makanya, saat audisi, Kanna bela-belain ikut dan membuahkan hasil yang memuaskan. Kanna lolos bersama Akari, gadis yang baru ditemuinya saat audisi menjelang final.
Saat Kanna dan Akari pergi ke tempat latihan. Kanna sangat senang dapat bertemu Yukino namun, “Jangan dekati aku!” Yukino berkata dengan ketus saat Kanna menghampirinya. Kanna sangat shock atas kejadian itu. Dulu Kanna pernah bertemu dengannya tapi,”Dulu dia tidak seperti ini. Dulu Yukino-san selalu berkata dengan lembut. Dia sangat ramah,” Kanna menjerit dalam hati.
3 hari kemudian, Kanna tahu, Yukino selalu datang lebih pagi dari anggota lainnya dan latihan menyanyi. Sesekali Yukino menyanyi seraya menangis, “Yukino sudah putus asa,” Ujar Haruka yang baru datang, “Seminggu sebelum kalian bergabung, Yukino sudah dipastikan terkena penyakit kanker darah. Semua anggota sudah tahu, namun tidak semua pihak tahu. Makanya berita ini tidak tersebar luas,” Kanna terpaku,”Yukino yang sudah sangat putus asa, bertekat sebelum mati akan menekuni bidang yang disukainya. Namun ekspresinya kini berbeda. Dulu saat bergabung, Yukino tidak sedingin ini. Dia sebenarnya Yukino itu ramah kok,” Ujar Haruka lagi. Kanna mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia ingin menjerit dan menangis, namun ia tahan, “Aku tahu kok. Aku pernah bertemu dengannya dulu. Dia sangat ramah,”
Setelah itu, Kanna gigih untuk mendekati Yukino bagaimanpun caranya. Hingga malam setelah pemotretan, “Asaba, aku ingin bicara denganmu sebentar,” Ujar Yukino. Kanna sangat senang. Kanna mengira Yukino sudah luluh hatinya namun, “Jangan dekati aku. Aku sakit. Kamu sudah tahu kan,” Kanna menampar Yukino, “Yukino-san, aku tak peduli soal kanker atau apapun itu. Tapi aku sangat senang bisa bertemu Yukino-san. Aku senang dengan senyum Yukino-san yang dulu begitu hangat. Aku suka Yukino-san apa adanya,” Kanna menangis. Yukino tersenyum, senyuman yang lembut yang pernah Kanna temui dulu,” Terima kasih. Aku benar-benar tersanjung. Setelah ini, tolong gantikan aku,” Lalu Yukino pergi. Kanna terpaku, “Tolong gantikan?”
Konser musim panas.Nozomi TV menggelar konser 3 group sekaligus di Tokyo Dome. Tentu saja jadi sangat ramai. Namun setelah konser, Yukino pingsan. Ia masuk UGD. Kanna, Yumi, dan Tsuyoshi-san selaku manager group, menunggu di depan pintu UGD. Namun rupanya nyawa Yukino tak terselamatkan. Yukino meninggal. Kanna sangat terpukul akan kejadian tersebut. Di kantung baju Yukino, terselip surat untuk Kanna.
“Kanna, aku senang kamu mau menjadi penggemarku. Di saat terakhir, kamu masih gigih ingin berteman denganku. Hatiku yang berada di tengah-tenagh musim dingin yang membeku, perlahan menghangat karena musim semi yang tersemat di senyummu. Terima kasih, Kanna”
Kanna menangis keras-keras saat hari pemakaman. Banyak media masaa yang berdatangan bertanya akan penyakit Yukino. Kanna menjawab dengan lantang, “Tolong, ini pemakaman. Jangan ramai. Kalian kira karena kematian Yukino-san akan mendatangkan uang untuk kalian?” Kanna menangis lagi. Anggota yang lain sampai terdiam. Mereka tahu, Kanna benar-benar sangat terpukul akan kematian Yukino.
“Aku tahu sekarang. Aku akan berjuang gigih menjadi gadis yang tangguh dan menggantikan Yukino-san,” Sebaris kalimat di buku diary Kanna malam setelah latihan menari. Bukannya tidur, Kanna lebih memilih menonton video saat konser terakhir Yukino-san.