Bangunkan Aku tepat Pukul Satu
Januari 4th, 2007 by lubisgrafura
JANGAN lebih. Aku tak ingin mimpi-mimpi menjagaku dari dinginnya malam atau suara detak jantung jam dinding yang merayap di gelap dan menempel di perabot-perabot tua yang lelap. Ketika kampung tersirap, orang-orang terlelap, dan malam makin gelap bangunkan aku. Biarkan detik menggulung waktu menebarkan mimpi-mimpi ke pada manusia, tapi tetap kumohon bangunkan aku pukul satu. Jangan lebih dari itu, karena malaikat-malaikat dengan sayap terbang di mengitari bintang dan mereka tak akan pernah menunggu. Pukul satu, ingat itu!
Entah kenapa setiap pukul satu aku musti bangun dan aku tak boleh membiarkan matahari membangunkanku terlebih dahulu. Sungguh malu aku ketika melihatnya mendahuluiku. Aku akan selalu bangun pada pukul satu. Apapun yang akan terjadi.
Jangankan dingin yang berubah menjadi jarum beku dan menusuk ke setaip sendi tulangku, atau buaian mimpi yang ketika aku bangun pagi tak bakal kutemui selain kurasakan celanaku basah. Apapun itu, aku tak mau tahu. Bangunkan aku tepat pukul satu.
Dengan kedua mata yang masih sayu, kubasuh mukaku dengan wudlu. Oh, betapa nikmatnya air surga yang hanya ada ketika jam di dinding menunjuk angka satu. Agar aku bisa merasakanmu aku harus mensucikan seluruh inderaku. Seluruh tangan dan kakiku. Karena setiap siang aku tak tahu apa saja yang telah kukerjakan.
Di depan cermin kusisir rambutku, kukenakan baju yang terindah yang kumiliki. Kusemprotkan beberapa minyak wangi. Aku benar-benar akan bertemu dengan seorang kekasih malam ini. Pukul satu.
Oh, betapa nikmatnya ketika kening itu bersujud mendengarkan bisik suaramu yang kau hempaskan lewat jala sutra yang menggetarkan dedaunan. Membelai cinta dunia. Oh, betapa keangkuhan manusia di siang hari telah ditelan habis tak bertepi. Keagunagnmu yang kulupa sepanjang hari, kurasakan lagi malam ini.
Kuucapkan kata-kata pujian untukmu. Kudendangkan lewat gerak jemari dan mulutku. Kurasakan Dirimu tak jauh dariku. Kau merasauk dalam tubuhku, memebelai batinku, masuk dalam aliran darah dan merunut ke seluruh tubuh. Kau getarkan jantung hatiku ketika menyebut namaMu. Oh, betapa indahnya dirimu.
Sungguh, aku tak akan pernah menyesal memuja seumur hidupku untukMU. Kau memang pantas untuk itu. Malam ini aku ingin berbincang denganmu dalam doa, aku ingin bercakap, mengadukan nasibku siang ini. Betapa sepinya dagangan di pasar. Dagangan yang sepi oleh paceklik. Padi-padi yang diserang hama, hingga biaya obat yang mahal. Belum lagi harganya yang anjlok karena kalah bersaing dengan beras luar.
Ah, aku tahu Kau juga hadir di setiap duka petani di desa ini. Cobaanmu adalah rasa rasa rinduku yang musti terobati ketika aku bertemu denganMu seperi malam ini. Kulantunkan senandung rindu yang memujimu. Kurasakan seberkas senyumMu mampu membuahkan bahagia dalam hidupku. Memekarkan bunga-bunga kehidupan dalam jiwaku. Kau adalah Yang Terindah.
AKU sering berlama-lama berdoa kepadamu. Kadang air mata yang mengalir hangat adalah ungkapan rasa cintaku kepadamu. Kuharap kau senantiasa tetap ada di dalam hatiku. Aku benci ketika kusadar hari tengah berubah. Kuingin melewati masa hidupku dengan malam, agar aku bisa terbangun dari mimpi-mimpi yang ditawarkan hari. Betapa hidup ini penuh dengan sesuatu yang aku tak tahu. Setiap langkah, setiap sentuhan, padnangan mata, ucapan, dan pikiran adalah sesuatu yang tipis anatara dosa dan pahala.
Tapi, tunjukkalnah batas yang seolah tak tak terbatas itu adalah nyata di depanku. Apakah sujud dari perempuan-perempuan malam yang mencari rizeki bukan pada jalanmu masih Kau terima. Tuhan, mereka butuh hidup. Jika kau memang tak menghendaki mereka, tunjukkanlah jalan yang terang bagi mereka. Janganlah kau tutup pintu ampunMu. Jangan biarkan cambuk apiMu akan membuat mereka menyesal terlahir di dunia.
Aku juga tak bisa menyembunyikan dosaku padaMu. Aku juga tak bisa lupa dengan apa yang pernah menajdi masa laluku. Bukankah setiap malam dulu aku habiskan untuk memuaskan nafsuku. Hingga aku sudah hafal betul bau tubuh-tubuh perempuah yang selalu kutindih tiap malam.
Kalau aku dapat berhenti, tunjukanlah jalan bagi mereka seperti yang kurasakan malam ini. Turunkanlah seorang yang memiliki jiwa seperti nabi, di mana mereka dapat menuntun jalan yang terang. Dari pada mereka-mereka yang hanya bisa bicara dan mencela.
Turunkalah seorang dermawan yang mampu membangun negeri ini. Mmebershkan para pejbat beristri yang masih suka mencari perempuan untuk ditiduri. Bukankah perempuan-perempuan itu akan lebih baik jika memiliki seorang suami dan melahirkan bayi yang sehat, dimana kelak dapat membangun negerinya dan menegakkan agamaMu? Jangan biarkan iblis-iblis membius kami dalam nafsu yang tak terbendung. Buatkan kami bendungan tinggi, dengan aliran yang mengalir indah di bawahnya.
Aku tahu, segala yang terjadi di dunia ini adalah kehendakMu. Aku hanya bisa pasrah kepadamu sambil menyerahkan negeri ini sepenuhnya atas kuasaMu. Ohya, aku juga ingin Kau membangun negeri ini dengan sifat baikmu. Aku ingin kau laknat penguasa=penguasa yang lalim kepadaMu, dan aku memnita juga bangunkanlah lapanagn pekerjaan yang mudah bagi para pemuda bangsa. Tulang punggung bangsa ini adalah pemuda. Aku hanya berdoa, karena penguasa sudah tak lagi mendengarkanku. Hanya dirimulah yang mau mendengarkanku.
O, Tuhan kusudahi doaku malam ini. Besok lagi kita akan bertemu kembali. Jangan biarkan mimpi-mimpi membuaiku dari melihat wajahMu. Karena aku ingin setaip kali terbangun yang kuharapkan adalah wajahmu. Pada pukul satu berikutnya, nangunkan aku.
Assalamu Alaikum wr. wb.
Pada paragraf ke-5 ada kalimat “Aku benar-benar akan bertemu dengan seorang kekasih malam ini”, “seorang kekasih” maksudnya itu Tuhan? kalau betul, kalimat itu perlu di parbaiki lagi, kata “seorang” jangan digunakan sebagai kata pangganti Tuhan, coba deh bagi si penulis merevisi kembali kalimatnya, kata itu seolah menyatakan bahwa tuhan itu adalah manusia. padahalkan bukan dan tidak akan jadi manusia. ok. good luck bagi penulis!!!!!!!!!
ass..
wah.. openingnya keren lo! bqin q langsung nglirik nih cerpen..
tapi yang trakir tuh.. “melihat wajahmu”
mmm… maksudnya impian nanti di surga bertemu Allah?
kayaknya kok cenderung qt membayangkan sosok Allah ya??
insyaAllah, qt seharusnya merenungkan apa yang diciptakannya, bukan sosoknya..
jadi.. kal trakir bisa diganti “kuharapkan adalah cinta-Mu”..
atau kal lain yang pasti situ dah lbh ahli donk!
keep fighting!