Almanak Terlupa, Sebuah Kisah
Januari 4th, 2007 by moifati
tanggal-tanggal hitam penuh catatan
selalu sempat kujelujurkan kembali:
darimana aku akan menjelma cinta
menjelma di ceruk suwung di dada
atau di getar nadiku yang sengketa
dan masih sanggup kukisahkan seribu satu kunang
mengerling payah mengencani sepasang mata hitam
yang tertikam
melelehkan warna hitam
bagaimana bisa terlupakan
ketika hatiku yang terisak mengguyurkan gigil sabdamu
ketika ombak puisi menghempas mendamparkan gairah yang batu
ketika rindu melulu akan menjadi kutuk yang candu
kulihat lipatan wajahku di kalender tua
menjuntai di tiang gantungan di taman tua
darah putih pun menggenang
di mana kisah almanak terlupaku disucikan sudah
kutemukan aku terperangkap
dalam jaring kata-kata
menyekap kisahku berdepa-depa
—hijrah
ibadah jadi sembilu
menyabik-cabik sekujur iman
yang menggumpal batu
lesaklah sabda-sabda
yang kepalang meringkusku
sebuah khianat yang ridha termangu di robek kitab
setiap membuka mata
waktu batuku tak pecah-pecah
silsilah luka menghanyutkan pijakan-pijakan ke dasar sepi
ada rasa sakit berpesta dalam lubuk hati yang dingin
aku tak sendiri!
Surabaya 2006