Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Intermezzo on Januari 31st, 2007 No Comments »
Hampir tiap hari aku melihat ditangannya terselip batang rokok, dari bungkusnya dapat kuketahui bahwa rokok tersebut bermerek gudang garam filter. Rokok filter produksi kediri yang sekarang sahamnya telah dibeli George Soros tersebut selalu dibawanya. Rokok yang dibuat oleh wanita-wanita desa di sekitar kabupaten kediri, sebuah wilayah di provinsi jawa timur.
Posted in Puisi on Januari 31st, 2007 No Comments »
aku bermimpi menjadi dewi
dan memberimu tahta negeri
pulanglah, segala telah dijanjikan
dua istana yang menyatu
juga cinta yang membunuhku
sedangkan aku hanya memiliki nama:
Anggraini
di sini pernah ada bunga, katamu
tetapi aku tak sempat melihat
aku telah tersesat dalam jejak yang jauh
barangkali surga, barangkali neraka
tetapi apakah bedanya?
sedangkan aku hanya memiliki nama:
Anggraini
di sini pernah ada bunga, katamu
tetapi aku tak sempat mengingat
seorang putri mengecup dadamu
dan darahku membekukan tanah
masihkah aku akan kausebut?
sedangkan aku hanya memiliki nama:
Anggraini
Posted in Puisi on Januari 30th, 2007 No Comments »
Tak adakah yang sayang
pada sepetak ladang?
Di ladang bungabunga tumbuh dan berkembang
Menebar semerbak pada hidunghidung
Belalang dan kumbang
Ladang adalah medan berperang:
Antara bunga dengan kumbang
Antara harga diri dengan cemoohan
Antara kehormatan dengan hinaan
Dan
Antara pengakuan dan kucilan
Posted in Puisi, Jeritan on Januari 30th, 2007 No Comments »
Semburat tinta hitam
di atas sebuah kanvas. Putih.
Ragu nan sedih tak terbisukan
Jari-jari mungil seorang nirmala terluka!
Parah!
Darah … Darah …
Bukankah lukisan itu lebih indah!!!
Dengan darahmu, Nirmala!!
Biarkan kanvas itu melukiskan kesedihan
dan duka. Yang lama terpuruk
dalam butiran-butiran yang biadap!
Ini tidak seperti perpisahan,
barangkali pertemuan ruh kita yang lain
Lalu kita mengenalkan diri kembali
Hari ini aku berganti nama, seruku
Kau pun tersenyum dengan mata yang sedih
Sejak awal kita percaya bahwa hati tak kekal
Hingga dalam sebuah dongeng kita mengikat
benang merah pada jari
Tali yang hanya kita lihat sendiri
Ia indah karena maya, tetapi benarkah kita tak bahagia?
Posted in Puisi, Kelam on Januari 29th, 2007 No Comments »
Badai datang sekeras hatiku mengadu
Kau tahu aku
Tak pernah menyerah aku mau
Tapi kini ku mengaku
Badai datang dari seberang jurang
Mengangkatku ke lembah yang curam
Duduk termanggu tak tau muram
Hingga nafas tak mungkin lagi menggeram
Y.T.C riantyMencari malam Seikat selendang,
terkadang
cuma nyanyi tangis yang lalu
sepi merdu buat jemari berwarna
Tersebar! diri melambung bumbui
masa yang lampau,
Ah, sejenak mampir kelabui diri
cuma barang rusak di buang sia sia
taruh di sisi sudut tembok gudang
lembut jalin kasih tiada lampu yang menyala
kembali
cuma tangis yang lalu sepi merdu buat ngilu
jadi berbuah tanya di sisi gelap:
semua hidup kembali kewujudkan?
jadi tak’ada tangan lembut sapu
si air mata coba mati
di atas sesal
yang seterang guntur.
Posted in Puisi on Januari 28th, 2007 No Comments »
Aku cuma seekor kurakura
yang lambat pula
Hingga cangkangku retak,
kukejar percikmu
Tapi cinta tak pernah
mau menunggu.
aku ditinggalkannya, dengan
telur-telur penuh harapan
busuk.
Sementara cinta yang pernah muncrat di wajahku,yang kuanggap peluh, yang melembabkan kering hati, yang menggangguku, yang kuabaikan
Posted in Puisi on Januari 28th, 2007 No Comments »
Mendung tak tercatat disudut mata;
bukan berarti hujan tiada….
Ia menderas, hanya dilangit gelap
Hati yang kedinginan dalam sepi dan nyeri
Kulit tak koyak oleh luka;
tak berarti darah tak mengucur…
Ia menganak sungai, hanya dicabik rindu
Harapan yang tersembelih dalam sepi dan nyeri….
Posted in Puisi on Januari 28th, 2007 No Comments »
Tetes demi tetes
ku arungi semua lara dan duka
seakan dewi kecil tak terasa lihat olehku
aku sadar….
sempurna adalah ilusi
bukan imajinasi
dulu, berkata dalam hati
ingin sekali kutiup angin sendu dihatiku
aku ingin mengucap janji bisu
untuk angin yang kelabu