Jelang 2007
Desember 31st, 2006 by naura_fs
seorang teman bercerita dan bertanya…..
“ibuku sambil menimang cucunya bertakbir, ibuku qori suaranya bagus, aku terkesima. bagiamana dengan mu malam ini??”
dengan helaan nafas panjang dan senyum getir dia menjawab
“ibuku, dengan ketegaran hadapi kenyataan hidup, tersenyum semangati kami, sembunyikan semua duka dan beban di yang bergelayut di hati dan jiwanya. semua tersembunyi rapi hanya demi kami anak-anaknya agar bisa tabah jalani hari setelah Alm.Ayah pergi”
temannya terhenyak kaget, dia merasa bersalah… lantas dengan cepat dia berkata
“sahabat, maafkan aku.. aku benar-benar lupa dan aku tidak bermaksud tuk membuka lara itu”
dia hanya tersenyum tulus, dalam hati di berbisik “Tuhan, ternyata gemerlap duniawi terkadang membuat manusia lupa tentang kematian”