Senja ‘tuk Sang Ibu
Desember 30th, 2006 by hudi hariyanto
Pada garis pena yang aku tulis,
Pada serangkain kata yang mulai lelah,
Tercecer pada secarik kertas
Tergerus oleh sang waktu,
Terombang-ambing menjelma pada satu kata.
Pada lusuh kertas yang mulai tergilas,
Berontak, tercabik, akan sang senja.
Hai Tuan adakah engkau sadar ?
Adakah engkau mulai tergerak ?
Hingar pada bias-bias sang surya
Senja, adakah sejuta rona manjamu?
Tejaring pada ketakutan, birahi sang surya.
Adakah senyum getir pada tiap hidangan malam ku ?
Ooo kau bergumam, aku tlah berlari mencari bayang
Menari hingga ku tersesat pada langkah kelamku.
Ibu aku bingkiskan semua rinduku,
Aku tuangkan sejuta madu,
Aku hidangkan semua lelah pada tiap jengkal nafas.
Aku taburkan berjuta asa untuk Mu,
Senja adakah engkau di sana ???
joker mo buat puisi tandingan ah….
Pagi ‘tuk Ibu tiri eh Ibu Pertiwi…
By the way…., saluto bang!