KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Pagi itu aku terbangun dari tidurku dan melihat diriku dalam kehampaan.Aku merasa telah dibangunkan oleh cahaya pagi yang berusaha menembus jendela kamarku.Aku bangun dan bergegas pergi kekamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap mau sekolah karena jam tangan ku menunjukkan pukul 07.00 suatu pertanda bahwa aku telah telat bangun dan aku harus tergesa-gesa mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi kesekolah.Setelah semuanya selesai akupun pergi ke sekolah setelah pamit kepada kedua orang tuaku.Itulah aktivitas yang sering aku lakukan ketika aku masih berada pada orang tuaku.Hidup dengan belaian sang bunda dan penuh dengan kasih sayang dan mereka selalu memperhatikanku dan aku merasa aku tidak mau kehilangan kenangan seperti itu.Tapi kenyataan berbalik cita-cita ku membuat aku harus meninggal mereka ketika aku telah menyelesaikan sekolahku disalah satu SMA Negeri dikotaku mau tidak mau aku harus melanjutkan studiku kejejjang yang lebih tinggi.Akupun mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri dan puji Tuhan aku diterima disalah satu perguruan tinggi negeri yang aku dambakan.

Perasaan gembira yang bercampur aduk mulai memenuhi benakku,karena dua hal yang sangat bertolak telah aku dapati dimana disal;ah satu sisi aku sanagt bahagia karena aku diterima disalah satu perguruan tinggi terkemuka dinegaraku yaitu “Tanah Air Ku Indonesia” dan disisi lain aku harus meninggalkan keluarga yang aku cintai yang telah memberikan aku kebahagian yang tidak dapat diberikan oleh orang lain kepadaku.Akupun berserah kepada Tuhanku dan aku percaya ketika aku mengambil suatu keputusan itu adalah keputusan yang berasal dari Dia yang menciptakanku.

Keberangkatanku dipenuhi tangis dan kesedihan yang dicampur adukkan dengan kebahagian.Aku terbang landas dari bandara dikotaku menuju bandara tempat aku melanjutkan studiku.Aku memulai kehidupan baruku tanpa orang yang aku kasihi dan sayangi dan aku harus mampu mensosialisasikan diriku kepada mereka yang sangat berbeda dengan diriku kebetulan untuk anak semester satu ada aturan bahwa kami harus tinggal diasrama.Waktu berlalu menjelang tiga bulan aku diasrama ku memiliki banyak teman dan kami ada berlima.Teman-temanku memilki kepribadian yang berbeda-beda ada yang kocok ada yang mudah tersinggung tapi mau gak mau aku harus mampu menyesuaikan diri.

Ujian tengah semesterpun berlalu kami libur kuliah sekalian libur menjelang hari Raya Idul Fitri dan teman teman diasrama pada balik.Hal yang sangat menyedihkan mulai berkecamuk dalam diriku karena selama satu bulan kedepan aku harus hidup dalam kesendirian malam tanpa ada teman untuk diajak bercanda ria.Aku duduk dimeja belajarku yang kebetulan terletak didekat jendela.Aku memandang kelangit yang tanpa bintang-bintang dan rembulan malam sesaat kemudian aku termenung dan mulai memikirkan apa yang aku lakukan kedepan dan aku mulai merasa aku adalah manusia yang lemah.

Malam –malam ku diasrama kulalui dengan kesendirian tanpa teman, yang menjadi penghibur bagiku adalah hembusan daun di tengah malam dan bunyi jangkrik yang mengalun merdu mengisi kesepian malam.Waktu terus berlalu tak terasa sebulan yang kelam telah aku lalui dengan kesepian yang mendalam tanpa ada tawa dan canda.Teman-teman pada balik keasrama bunyi tawa dan hiruk pikuk mulai kedengaran.Awal kuliah semester genap pun dimulai aku pun mulai memasuki kuliah.Pada hari tepatnya hari selasa kami kuliah mata kuliah pengantar matematika aku semangat memasuki ruang kuliah kebetulan dosen yang mengajar sangat pintar dan tamatan S3 dari Jerman.

Kuliah berlangsung dengan baik tak terasa waktu kuliah sudah selesai kami pun balik keasrama diengah perjalanan keasrama kami bercanda ria dengan teman –teman.Pada waktu berjalan bercanda tawa aku kebanyakan diam dibanding hari sebelumnya aku gak tahu kenapa bisa jadi begitu.Tiba-tiba pandanganku gelap kepalaku terasa pusing aku gak dapat menjaga kesetimbangan tubuhku aku pun jatuh dan terkulai dipinggir jalan dekat asrama.Aku gak tahu apa yang terjadi setelah itu,tapi yang aku ketahui ketika aku membuaka kelopak mataku aku telah berada di poliklinik tempat mahasiswa yang mengalami sakit penyakit dirawat.

Aku pun merasa sulit untuk menggerakkan tubuhku ,perasaan yang aku alami pada saat itu aku serasa ditumpa batu sreatus kilogram.Ketika dokter datang dia memberikan secari kertas padaku yang dibungkus amplop berwarna coklat dan meninggalkanku.Akupun mulai kuatir dengan kondisi yang aku alami sekarang.Dengan penuh penasaran akupun membuka amplop yang teklah diberikan dokter itu pada ku dan mulai menyibak suart itu sehingga aku dapat membacanya.Aku membacanya perlahan-lahan tapi pasti dan akhirnya aku menemukan jawaban yang pasti bahwa aku mengidap penyakit ginjal sehingga ginjal aku milki sekarang ini tinggal satu sehingga dapat dikataka bahwa aku adalah manusia yang tuidak berguna.Akupun mulai merasa minder terkadan g aku gak mau menerima kenapa ini harus ada pada diriku aku gak mau menerima semua ini.Dan secara tidak sadar aku berdoa kepada Tuhan dan aku mengatakan mengapa tuhan diusiaku yang muda ini aku harus mengalami sesutu yang sangat menyedihkan yang membuat aku menjadi orang yang tidak brguna bagi siapa pun.

Hari-hari pun aku lalui dengan kesediaha yang ada didalam hati sikap ceria ku mulai hilang ditelan waktu dan wajah musam mulai tercermin ,berjuta pertanyaan mulai berkecamuk dalam diriku.Aku tidak mau memberituhu penyakit ini pada siapapun yang aku beritahu hanyalah Tuhanku.Waktu berlalu dan aku mulai merasakan keanehan pada diriku dimana pada saat aku mulai melakukan aktivitas yang membutuhkan energi yang sanagt besar aku tidak dapat menjaga kesetimbangan tubuhku.Suatu malam aku berdoa berdoa dan aku berserah kepada Tuhan ku dan penuh dengan kesungguhan aku meminta dan memohan kepada Tuhanku agar aku diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hidupku ini yang hanya menghandalkan satu ginjal.

Hari-hariku pun mulai berubah dan aku ulai bisa tersenyum dan merasakan bahagiaku datang kembali dan mulai kumpul bersama dengan teman-temanku.Satu hal dapat membuatku bangkit sepertyi semula adalah percaya diri dan ketekunan dalam doa.Aku yakin ketika segala sesutu nya kita serahkan pada Tuhan,maka Dia akan turut campur tangan dalam masalahmu dan sampai saat ini aku masih adapat kuliah dengan baik.Inilah kisah hidupku mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara yang membcanya karena segala sesuati itu pasti ada hikmahnya.

4 Responses to “Ketika Aku Terjatuh Kau Menopangku ”Tuhan””

  1. on 31 Dec 2006 at 17:16by

    yup, anda benar…
    akupun begitu walau meski umurku bisa di itung dengan jari
    tapi tetap semangat…!!!!… hehehehhe
    hidup semangat
    hidup dan terus hidup melangkahi hari-hari yang kian sumpek
    dengan senyum dan tawa wakakakakaa!!!

  2. on 14 Apr 2007 at 16:29en2

    Hmm… .. .

    Tenang az,, TUHAN tu BAEK kq,,
    (n_n)

  3. on 15 May 2007 at 12:59NenY

    thank’s yaw bwt ceritanya… PA2 ‘J’ bless U.

  4. on 31 Jul 2007 at 18:20Katarina Wijaya

    Ceritanya bagus tapi aq agak sedih…
    dan ceritanya panjang banget sampe mau ketiduran…
    he…he…he
    aq juga mau buat cerita tapi aq gak bisa
    padahal aq disuruh ikut lomba mengarang…
    pusing deh
    thank you atas ceritanya
    semoga kamu bisa jadi pengarang terkenal…

Tinggalkan Komentar