Kau Serupa Rupa
Desember 30th, 2006 by rifannazhif
Serupa embun pagi
kau adalah yang membasahi daunku
ketika rama-rama mengitari jendela rumah
membiarkan bocah kecil dengan tangan mungil
membuka daunnya
laksana melepas percikmu dari daunku
lalu menerobos tanah
akar-akar yang merindukan peniduranmu
sebagai napas untuk memompa paru-paru
tetumbuhanku
Serupa pula kau awan putih
menaungiku dari sentak matahari
setelah diri lelah dipermainkan kumbang
dan rama-rama pergi menahan kantuk
di pucuk-pucuk dangau tanpa penghuni
sampai kaki-kaki mungil itu menyapa pematang sawah
kaki-kaki mungil anak kecil dengan pipi kecil
sambil tertawa, melihat layang-layang putus
dengan ujung mata meruncing belati
Serupa malam, akhirnya kau adalah penggelap hatiku
nurani tanpa lentera, dan kaki-kaki mungil
membesar
menggempal
meluluhlantakkan tetumbuhanku
lalu tawa pecah
lalu teriak membelah
belati itu menyucuk-penusuk kehidupanku
hantarlah
hantarkan
ke dunia kematian
Serupa rupa
kau ternyata tiada berupa
serupa lupa
entah kini kau terlunta
(Palembang, 05 Nop. 2004)