KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kau Serupa Rupa

Serupa embun pagi

kau adalah yang membasahi daunku

ketika rama-rama mengitari jendela rumah

membiarkan bocah kecil dengan tangan mungil

membuka daunnya

laksana melepas percikmu dari daunku

lalu menerobos tanah

akar-akar yang merindukan peniduranmu

sebagai napas untuk memompa paru-paru

tetumbuhanku

Serupa pula kau awan putih

menaungiku dari sentak matahari

setelah diri lelah dipermainkan kumbang

dan rama-rama pergi menahan kantuk

di pucuk-pucuk dangau tanpa penghuni

sampai kaki-kaki mungil itu menyapa pematang sawah

kaki-kaki mungil anak kecil dengan pipi kecil

sambil tertawa, melihat layang-layang putus

dengan ujung mata meruncing belati

Serupa malam, akhirnya kau adalah penggelap hatiku

nurani tanpa lentera, dan kaki-kaki mungil

membesar

menggempal

meluluhlantakkan tetumbuhanku

lalu tawa pecah

lalu teriak membelah

belati itu menyucuk-penusuk kehidupanku

hantarlah

hantarkan

ke dunia kematian

Serupa rupa

kau ternyata tiada berupa

serupa lupa

entah kini kau terlunta

(Palembang, 05 Nop. 2004)

Tinggalkan Komentar