Malin Kundang
Desember 29th, 2006 by Zulmasri
di air manis tahun-tahun tanpa tercatat
seorang anak meraung di antara ruang
ruh berperang raga, nurani dan harga diri
mohon ampunan tanpa bisa membela
kini tahun-tahun berganti
onggokan batu dan denyut nafsu
tak pernah pupus, ombak teluk bayur
mengabarkan petualang yang tak pulang
berjumpa bunda yang kian senja
sekian tahun yang akan datang
barangkali perjalanan tak pernah selesai
merantau mengubah nasib
lewat harapan yang tak pernah usai
barangkali aku
tetap saja tak pernah bisa bersimpuh
dan mohonkan ampunan bunda
karena telah menjadi manusia baru
pewaris malin yang membatu