Cinta…
Nikmati selagi aku masih remaja,
dapatkan selagi matahari belum terik membakar.
Apa peduli dengan mahkotaku… yang menangis
mendoakan keselamtan buah cintanya.
Maklum,
aku masih remaja.
Obat-obat itu…
buat aku jauh bermimpi dan menari kegirangan,
aku menggigil diterkam jeritan tubuh,
yang tak bisa aku emosi-kan.
Mahkotaku kembali meringis perih,
merasakan kegagalan dari semua pengharapan.
Apa peduliku?
Maklum,
aku masih remaja.
Dunia malam….
saat bintang menghiasai tawaku.
saat kubuang lembaran rupiah ,
Tanpa mengerti ribuan jiwa menjerit kelaparan saat ini!
Apa peduliku?
Yang penting aku senang.
Maklum,
aku masih remaja.
Ribuan kata “maklum” perlahan membunuhku.
Mengalahkan malaikat yang menangis dalam kelabu hatiku.
Kata “maklum” membuat jeritan
Anak-anak miskin bertamabah nyaring.
Membuat mahkotaku berkarat sebelum sempat bersinar.
Membuat arti cinta menjadi hitam membakar.
Aku remaja!
Dengan ribuan kata maklum.
Aku remaja!
Yang membuang kesempatan terindah,
Yang biarkan semua membakar dirirku.
Aku remaja…
Yang menyesal,
saat tulang rusukku meremas tubuhku,
Saat kesenangan mengubah harapan
menjadi angan-angan hampa tertiup hembusan pasir hitam.
Aku remaja….
Yang gagal menjadi
Remaja..
Bandung, 18 Desember 2006
Hernindya,
Komp.Mega Asri 2 b.11
SMA 2 Bandung
SOOOOOO swEeeeeettttTTtttt,,,,,,,,, =)
kata-kata lo cukup keren dan bisa membuat anak-anak remaja jadi lbh sadar bahwa masa-masa remaja itu bukan hanya untuk hal yang nggak penting tapi bisa di gunakan untuk melakukan hal yang menyenangkan dan bermanfaat bagi orang banyak.
keren abis……….
i like it!!!!!!!!
bikin yg lbh bagus lg y????
di tngg lho!!!
keren………………………………
bi tunggu puisi selanjutnya!!!!!!!!1
keren……
kata2nya yentuh banget…..
di tunggu seri berikutnya!!!!:?
wow!!
bagus banget..
jd sadar diri nihhh!!
hehe..