Tangis Sukmaku
Desember 28th, 2006 by wahyuindah
Kujumpa malam gelap tanpa bintang
Selalu ada sapa sang dewi
Meninggalkan kenangan, meninggalkan asa
Kujumpa pagi cerah
Cahaya sang raja sejuk menusuk rusuk
Memberi segenggam ruh baru
Membuka setiap jalan buntu
Ada peristiwa dalam peristiwa
Menguak sukma, mencabut egoisitas diri
Ada harta dalam jiwa
Menenangkan hati, menggairahkan raga
Itulah hidup yang tak banyak orang mengerti
Tak pernah ada arti secara hakiki
Semua serba relative berdasarkan alibi
Begitu juga dengan aku
Tawaku hanya serpihan dari tangisku yang pilu
Kala tangis tiba-tiba membumbung naik ke dermaga dada
Nafas seakan tersekat di antara timbunan udara
Aku tertunduk
Membisu
Kupalingkan mata ke segala arah yang mampu membuyarkan samaran
Kupalingkan mata ke segala arah yang tegak berdiri di atas karang
Kucari persamaan sejati antara aku dan diriku
Tapi apa yang aku dapat
Hanya bisu
Pagi yang menyapa dijemput sang malam
Semua berputar di pusaran aturan Tuhan
Noda, kenangan, asa perpaduan dari beragam perbedaan
Menyatu dalam satu,, mengumpul tepat di tempat
Aku membisu, sekali lagi membisu dan seterusnya membisu
Mataku pun turut terpejam
Berkelana menyusuri pagi dan malam yang berbeda
Tanganku tegas mengepal di sisi paha
Mencoba menegaskan diri bahwa aku bagian dari diri
Hanya itu
Tapi sulit yang melilit tajam membelungguku
Aku berteriak tapi hanya diam yang kudengar
Aku meronta tapi tetap diam yang kulihat
Aku diam dan rapuh yang kurasa
Ternyata aku tak pernah mengerti apa yang menggerogotiku
Entahlah
Kala sukmaku masih berkelana
Malang, 11 des ‘06
Created by wahyuindah