KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Satu

Satu langit
Satu matahari
Satu bulan
Satu naungan
Satu tatapan
Berhenti mengoceh syair-syair tak berguna
dan tataplah sekitar kita…
bumi kesal dengan keluhan pohon,
langit menghujamkan panahnya pada tiap penjurunya,
jeritan…
tangisan…
kematian…
bukan berita luar biasa.
“Apa peduli!!!”Teriaknya
kami masih bisa hidup…
makan…
menyanyi…bersyair…bermelodi…
membuang lembaran rupiah….!!!
Kemana hati kalian….
Orang-orang berbaju putih beralas emas beratap perak
yang tertawa diatas teriakan jutaan orang,
diatas ratapan anak-anak yatim….
yang bernapas lega dalam sesak hati bumi ini
dalam pemberhentian nadi dunia ini…
Kami menangis!
Merintih menatap anak kami!Ibu kami!Ayah kami!!!
Hancur lebur dimakan bumi ini!
Jauh terbawa kemarahan ombak!!!
Mereka menyalahkan kami!!!!!!!!!!!!!!
…siapa…siapa…siapa…
siapa yang mencabuti rambut bumi kami!
Memakan lembaran daun dari pohon yang kami tanam!
Apa yang kami dapat!!!!!
Semua dari kekejaman ‘Kalian’
….Sang surya akan berhenti terbit…
ketakutan menatap orang-orang bertongkat bintang
yang berlari membawa kapak,
ketakutan melihat tikus-tikus menggrogoti kehidupanya.
Dengarlah suara kami…
Suara orang-orang yang terinjak……
Jangan biarkan,tawa kami ditelan pahitnya EGOISmu
Matahari bersembunyi ketakutan meratapi EGOISmu
Suara orang-orang yang sekarat……
Kapan?kapan kami bisa terbang,
Bebas mengepakan sayap…..
Mengelilingi
langit kita
dunia kita
Bernapas lega sebelum penunggu datang,
bantu kami,
jangan pegang tangan kami
tapi sentuhlah hati kami
kita duduk bersama dan ratapi
Satu langit
Satu matahari
Satu bulan
Satu naungan
….
Kita berbeda untuk bersatu….

Tinggalkan Komentar