Harapan Bodoh
Desember 28th, 2006 by toto
Ketika barisan kata puisi tak mampu menembus balok es hatimu
mambekukan pikiran
malelehkan harapan.
Mungkin dulu aku sempat terbang melayang
memikirkan betapa indah kau ku dekap
dengan sayap putih ku.
Hanya di kesunyianku kau jadi bidadariku
hanya di tidurku kau jadi miliku
sekarang, esok, dan hari-hari berikutnya
tak ada lagi bidadari dalam kesunyianku.
Hanya kilauan cahaya putih masa lalu yang berterbangan
yang seiring waktu akan jatuh padam dengan sendirinya.
Terlalu senang dan bodoh aku bertepuk sebelah tangan
termakan oleh wewangian dan taman bunga yang indah
yang tak tahu di dalamnya banyak lebah.
Sadarku terbangun,
lelah, lelah dan sia-sia
ketika sebuah pengorbanan tak dibalas dengan indah.
Aku tak lari, aku tak sembunyi dan aku tak marah
karena aku belum merasa lebih baik dari yang terbaik
dan pasti akan jadi yang terbaik.
( ToTo )