KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Berharap

diam dalam hijaunya sofa

koridor kelas

terpaku mata ini

pada dinding pria pujaan

bersayap seperti malaikat

senyum…dibalik keributan suasana

tak begitu jauh

dibalik celah ranting

ku terus memandang

mimpikan dia

di samping ku dalam empukkan hijau

di tengah keramaian seragam

dia masih mengenaliku

Hal ini sering ku rasa

bagai detak dalam dada

selalu tak ada arti

seperti mencoba menangkap asa

asaku…

perasaan ini selalu abadi

ku rawat dalam benak

harap takkan pernah luntur

satu minggu…udara bergetar

tersebut satu nama

tak asing bagiku

tapi entah siapa dia

dia membuatku berhenti

merawat perasaan ini

aku nyaris terhenti asa

melihat dia bergentayangan begitu saja

terhimpit hati…

titik air menuruni pipi

berpikir…tersesat dalam asa

bertanya dalam lamunan

apakah harus berhenti berharap

butir keringat…nuraniku berteriak

selama bumi ini tak terbelah

selama detik jam masih mengaluni detak jantungku

selama hati ini masih sekuat baja

mengapa harus berhenti berharap???

Tinggalkan Komentar