Ketika Segumpal Daging Dalam Tubuhku Berkata
Desember 22nd, 2006 by vinna
Sungguh aneh,
Perjalanan yang telah aku lalui ini.
Ketika kepuasan dan kenikmatan ini
Membaur meluruh menjadi sebuah rasa yang aneh
Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata indah
Dengan syair-syair menyentuh sekalipun
Perjalanan berawal di hari pertama,
Ketika pandangan mata mendapati setangkai bunga
Yang sedang mekar
Mahasempurna
Lagi menggairahkan
Segumpal daging dalam tubuhku mulai berkata
Kalau aku terlena akan kesempurnaannya
Hari kedua,
Sekali lagi mataku terjerat oleh keindahannya
Usahaku membangun pagar diatasnya sia-sia
Karena segumpal daging dalam tubuhku berkata
Aku harus memilikinya
Hari ketiga,
Aku hembuskan nafasku
Disela-sela duri yang melekat ditangkainya
Dengan sejuta harapan
Dengan segenap perasaan
Karena segumpal daging dalam tubuhku berkata
Aku akan terus berusaha
Hari keempat,
Duri-duri yang melekat ditangkainya luluh
Oleh wangi nafas yang aku hembuskan
Yang tersisa darinya hanya beberapa mahkota bunga
Lalu segumpal daging dalam tubuhku berkata
Akan kupetik mahkotanya
Hari kelima,
Sebuah mahkota merah bersemayam dibibirku
Begitu manis dan menyejukkan
Birahiku mulai menjelma
Membara dalam khalayan
Ketika segumpal daging dalam tubuhku berkata
Ada kenikmatan yang mulai terasa
Hari keenam,
Sekali lagi,
Satu-satunya mahkota yang sungguh berharga
Satu-satunya mahkota yang kau punya
Telah ada dalam genggamanku
Dengan segenap tenaga
Aku mendaki sepasang bukit kembar
Bukit kembar tempatmu berada
Bukit kembar yang puncaknya penuh kegelapan
Bukit kembar yang memancarkan sebuah mata air
Mata air yang putih dan bersih
Bukit kembar tempatku mencurahkan perasaan
Bukit kembar tempatku mendapat kenikmatan
Sekali lagi, segumpal daging dalam tubuhku berkata
Ketika birahiku mulai membara
Hari ketujuh,
Perjalanan aku lanjutkan
Aku turuni sepasang bukit kembar
Aku tanggalkan
Dengan segala keindahannya
Menuju sebuah hutan rimba
Hutan rimba dengan pohon-pohon kecil yang begitu lebat
Menuju sebuah lautan yang begitu luas
Dengan tongkat yang aku genggam
Aku sebarkan buih-buih kecil
Buih-buih kecil yang siap mengarungi lautan yang kau miliki
Saling berebut
Untuk sampai di dasar lautan
Dasar laut yang menyimpan sebuah mutiara yang begitu
Elok dan megah
Didalam mutiara itulah
Aku meleburkan diriku menyatu selamanya
Disinilah
Kepuasan dan kenikmatan ini
Membaur meluruh menjadi sebuah rasa yang aneh
Tak bias diungkapkan dengan kata-kata indah
Dengan syair-syair menyentuh sekalipun
Dan tanpa aku sadari
Segumpal daging dalam tubuhku berteriak
Aku telah memilikinya