Untuk Ibu, 22 Desember 2006
Ibundaku Sholihat
Sayup terdengar gerit halus suara pintu di kegelapan malam nan hening
Kala aku terbangun malam itu
Kemericik air menyenandungkan ritual wudhu
Mengirim desir angin dingin yang memaksaku menarik selimut lebih
dalam ..
Bundak…
Engkau ajarkan aku dalam diammu nilai ketaqwaan..
Kasih mengalir di senja itu
Ketika aku harus menunggu giliran mengaji darimu..
Atau saat cahaya remang mentari menyentuh bola mataku
Ketika dalam kuap sisa tidurku
Aku melihat engkau memabaca alqur’an shubuh itu.
Bundaku…
Dalam lakumu engkau ajarkan aku kecintaan akan kalam Illahi..
Tak banyak yang engkau beri dari dunia ini padaku
Tak banyak tuntutan engaku ungkap akan harapan seorang ibu
Nilai ketulusan, keikhlasan dan kesederhanaan mengajarkanku sesuatu
Maka kelak…
Jika harus engkau pertanggung jawabkan amanahmu
ini di hadapan-Nya
Ijinkan aku mengatakan….
Aku yang salah Tuhanku
Untuk kebodohanku dalam mengambil pelajaran.
Aku yang salah Tuhanku
Untuk keburukan akhlak yang terpatri.
Aku yang salah Tuhanku
Untuk semua dosa yang telah aku lakukan.
Hingga engkau terbebas dari semua tuntutan-Nya
Akan laku anakmu ini.
Sekalipun itu tak akan pernah cukup
Untuk mengganti setiap cucur darah, keringat dan
airmata dari ketulusan cintamu..