KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Hilang

Kusadari kakiku tegak berdiri
Di antara kerikil kecil dan dedaunan kering
Di antara gerimis yang tak kunjung henti
Di bawah awan mendung tanpa mentari
Hatiku bergejolak, menjerit perih
Goresan luka itu masih menganga
Dan kini bertambah lebar
Aku sakit…..
Kupatahkan rasa itu
Kuhancurkan kokohnya dinding kalbu
Kuremuk redamkan raga, jiwa sekaligus nyawa
Ku tak berdaya, sungguh
Iblis menyetirku dari jauh
Atau nuraniku yang buta, tuli, bisu
Kakiku gemetaran, tegaknya tak lagi lurus
Kakiku gemetaran, terus menjalar hingga ke seluruh tubuhku
Tak mampu ku lenyapkan asa
Tak mampu jua kugantungkan mimpi
Rasa bersalah ini akankah sampai mati
Raga kini sudah berbaur dengan tanah
Jiwanya hilang kembali ke sang pencipta
Namun asa, akankah menyapa
Mampukah kaki ini menggapainya
Melangkah ke jalanan yang penuh sampah
Dengan noda hitam yang tak tau akankah sirna
Getaran jiwanya melayang terpaut dengan sukmaku
Cintanya tersangkut asaku
Tapi ku tak mampu, sungguh
Perih yang kurasa di depan jasadmu
Bapak…..
Kubersujud mengharapkan restumu
Tak kan hilang seluruh penghayatanku padamu
Created by wahyuindah
Ketika rasa kehilangan menyengatku
Malang, 22 des ‘06

(teruntuk bapak yang pernah memberikan sejuta cinta dan kasih sayangnya padaku dan kini telah berpulang kepada-Nya. Semoga Allah menempatkan bapak di sisi Allah yang paling termuliakan. Amin. Indah selalu sayang sama bapak.)

Tinggalkan Komentar