KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Angin Desember

sedaun itu, bila tak rindang burung-burungpun pergi
tinggalkan kerontang kering sarang belukar,
terselip sedahan mulai merapuh.
cuma menunggu terpa seribut angin

datang dari hadirnya
hilangkan lari terenggah waktu.
hadir dari kehadirannya, itu ribut gaduh angin;
buat semua beku kesah, resah, takut cuma menemani.

tuhanku,
inikah bulan yang buat semua termanggu dan sujud padamu.?
sadarkan jua kedua paru-paruku yang merintih di separuh jalanmu,
telah lama menelan hidup sedari seribut angin

tuhanku,
ini hidup dari hidupku
tak mau jemput seribut angin gaduh
lembutkan dia belai kedua paru-paruku

hembuskan ia menjemput di angin desember
saat daun-daun, tanah, air, memainkan pelan orkes malam,
serentak malam lilin menyala romantis
bawa separuh kata tak pernah terucap jujur,

buat kasih dari sayangnya sebelum sesaat semua terjemput.

aking
21 des 2006

Tinggalkan Komentar