Terima Kasih Tuhan atas Ketiadaan
Desember 21st, 2006 by Ferdinandus
Aku bukan manusia yang sehat selamanya
Aku bukan manusia yang senang selamanya
Aku bukan manusia yang kuat menyimpan benci
Aku bukan manusia yang tak perlu istirahat
Aku bukan manusia yang ingin hidup selamanya
Setan tak pernah berubah!
Kuasanya absurd tak lekang
Membawa khayalku yang paling dalam
Mencuri hatiku dari Tuhan
Aku bukan manusia yang ingin sendiri
Aku bukan manusia yang tak punya cinta
Aku bukan manusia yang sangat pemberani
Aku bukan manusia yang penuh talenta
Aku bukan manusia yang tak nyata dalam khayalku
Mari merakit cinta dalam mimpi
Wahai sayangku, belahan hatiku
Kelak aku ‘kan kembali dalam masa sepi
Moga kau dan aku abadi…
Saat ini berat langkah kugerakkan
Sedang hatiku tinggal di sini…
Remah hidupku sungguh mimpi-mimpi
Karena ku ragu kau mau menampi
Terima kasih Tuhan atas ketiadaan
Aku benci keadaan mereka
Biarlah aku terus menepi
Biarlah aku halus berkarya
Biarlah aku haus, cintaku
Oh, aku mengerti arti hidup
merajut cinta demi cinta
Aku pun takluk tertunduk
Tersenyum, menangis, diam, berkarya
Berlari, bercinta, mengeluh, bersyukur…
Terima kasih Tuhan atas ketiadaan