KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kala senja datang menyapa
Tak terbaca sajakmu yang membias warna
Makna yang biasa membaur bersama udara
Belum juga terasa embusannya sejukkan dada

Kemana melangkah jiwa yang kelana?
Masihkah telusuri arah asa berlari?
Ataukah telah bersandar di rebah letih?
Mimpi yang kau bawa sudahkah kau tawarkan untuknya?
Atau masih kau simpan rapi di lubuk hati?

Kutanya keberadaanmu pada sekawanan burung
Kubisikkan resah pada bunga yang bersenandung
Burung dan bunga menyatu dalam indahnya bahasa sapa
Tunjukkan aku arah bijaksana

Dalam perjalanan, kulihat kembali jiwa itu
Tengah asyik masyuk dalam keteduhan sunyi
Dalam sepinya rasa, kau sibuk menata hati
Kembali kau rakit mimpi-mimpi yang belum tersulam rapi
Sempurnakan sajak-sajak bermakna rendah
Tak pernah diam dalam hening

Semakin khusyuk kusaksikan jiwa itu…
Terpaku dalam kedamaian mata
Hingga tak terasa…
Jiwa itu telah mengalir pelan masuk ke dalam jiwa
Ada apa dengan jiwa-jiwa yang tenang?
Mungkinkah mimpi yang tengah kau rakit itu adalah untukku?

Tinggalkan Komentar