Bunga Layu & Puisi Tak Bermakna
Desember 21st, 2006 by poetra_kelana
“Maksud kamu apa sich?” hentakku keras kepada seorang pria yang berada di daun pintu rumahku.
“Maksud apaan?” jawab lelaki yang sudah setahun menjadi kekasihku itu dengan rona tanya di wajahnya.
Jawabannya itu benar-benar membuatku kesal. Karena dia seolah tidak mengetahui tentang sikapnya selama seminggu ini. Bayangkan saja, setiap hari selalu ku dapat selusin bunga layu serta satu puisi yang tidak bermakna. Lalu di puisi itu tertera kata “forever love”. Cinta macam apa yang beriringan dengan bunga layu dan puisi yang tak bermakna.
“Yang, aku bener-bener ngga ngerti dengan maksud kamu apa?” tanyanya lagi dengan mesra, seolah aku akan luluh dengan suara merdunya.
Aku kembali tidak menjawab tanyanya. Aku hanya memalingkan wajahku dari tatapannya. Lima menit kemudian, kami habiskan dengan saling terdiam dan saling kejar mengejar. Tepatnya, tatapannya yang mengejar mataku.
Setelah hatiku mulai merasa tenang, aku mencoba untuk mengejar tatapan yang sedari tadi mengejarku dan tatapannya yang lembut semakin menenangkan gejolak amarahku. Namun baru sedetik aku tenang dan aku palingkan tatapanku dari wajahnya, aku melihat dengan sekilas di hadapan punggungnya siluet rangkaian selusin bunga. Bunga yang layu.
Dengan sigap, tanganku berlari ke arah punggungnya dan menggapai selusin bunga yang sedari tadi disembunyikannya.
“Maksud kamu apa ngirim bunga-bunga layu ini?” raungku dengan keras ke arahnya. Selusin bunga layu itu aku lempar ke wajahnya dan aku berbalik meninggalkannya menuju ke rumah lalu terdampar di bantal tempat tidurku yang keesokan paginya harus aku jemur.
æ æ æ
Keesokan paginya, saat akan aku jemur bantalku, aku menemukan selusin bunga layu itu tergeletak di depan pintu rumahku. Aku pun menendangnya dengan kesal. Dan dari rangkaian bunga itu terlempar secarik kertas berwarna merah jambu, yang berisi:
Maaf atas kelancangan sikapku;
Yang mengirim beribu bunga layu
& beribu puisi tak bermakna.
Karena keindahanmu tak tertandingi.
Kau buat bunga layu oleh senyummu
& kau buat puisi tak bermakna oleh tuturmu.
Maaf atas segala ucapanku;
Yang selalu berkata cinta padamu
& berkata rindu tanpa hadirmu.
Mungkin aku tak pantas untukmu.
Maaf bila selalu terucap kata maaf;
Karena aku tak mau menyakitimu
& tak ingin melihat air matamu.
Kebahagianmu kala kau bahagia.
0 O 0
Maksudny ap sih?
uhhh,sooooooooooo sweeeettttttttt
aduh ini cerpen jelek bgt deh. jijik deh gue bacanya