KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Saat kusadar diriku dalam kelemahan tak ada orang yang menopang dan menolongku aku mau menjerit dan aku mau mengatakan bahwa dunia tidak adil dan tidak mau berbagi kepadaku.Saat-saat menegangkan dalam kehidupan aku ketika aku mendapat suatru masalah yang sangat serius.Aku akan memulai cerita hidupku yang sangat indah dan penuh dengan kenangan.

Pagi itu aku terbangun dari tidurku ketika suaru sang bunda memanggilku.

“okto bangun udah bagi,nak!”.Kata-kata itulah yang selalu kudengar dari sang bunda,pada waktu itu jam tanganku menunjukkan pukul 04.00 Wib.Aku pun bergegas beranjak dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi untuk membersihklan wajahku sehingga wajahku terlihat cerah.Kadang-kadang dibalik semangatku timbul rasa benci dan iri pada kehidupan yang aku rasakan sekarang ini aku gak tau kenapa harus begini kehidupan yang aku dapat didunia ini,Kehidupan yang penuh derita dimana setiap pagi aku harus terbangun dan berangkat kepasar membantu orang tuaku berjualan dan selalu merasakan dinginnya udara pagi.Matahari mulai menampakkan wajahnya kepada semua orang itu satu pertanda bahwa aku harus pulang kerumah karena aku mau pergi ke sekolah saat itu aku masih kelas satu SMA disalah satu SMA Negeri terfavorit dikota kelahiranku yaitu kota Pematang Siantar yang terletak disalah satu daerah di propinsi Sumatera Utara.Aku pin permisi dari orang tuaku untuk pulang ke rumah karena aku mau sekolah,lalu orang tua ku mengijinkanku untuk pulang dan aku berjalan kaki dari pasar sampai rumah yang berjarak sekitar 1000 m.api itu bukan menjadi suatu masalah bagi diriku untuk mencapai cita-cita yang aku impikan dari kecil,satu faktor yang membuat semangat ku tidak pernah hilang dari dal;am diriku adalah dukungan sang bunda yang selalu mengatakan “Orang yang bersekolah tidak pernah lepas dari penderitaan” kalau dalam bahasa kami bahasa BAtak

Tinggalkan Komentar