ke pekan
aku ingin deru nafasku sampai
setelah lama tak jumpa lara nafas
terpendam enggan bertemu
ke pekan
walau ku telan lidah api
ku dekap s’gala kelam
bersama gusar semerbak di dada
tiada jua ku tak pergi
ke pekan
mungkin tiada lagi t’uk dicari,
rasa hati masih gusar ke sana
diriku tetap tiada gentar
terus mencari di hari-hari
ke pekan, hanya ke pekan…
ku ingin inap jiwa di sana
sebatas ruang rebah dada
di rantau paut cantik wajahmu
meski cuma kelam dan angin angan,
kau sajikan di meja tamumu
hati kecilku berkata;
“cicip saja apa adanya”
ke pekan…
t’lah ku selayangkan surat
bahwaku kan datang
datang dari segala datangya,
beri kisah baru padamu
meski tiada kau ingat akan langkahku
meski ku pulang cuma mengusung nama
ku’kan datang menghadapmu…
muncul 2006