Lelaki di Tepi Situ I
Desember 20th, 2006 by Dian Hartati
sedari tadi dia tak bosan memandang geliat arus
hening merasuk menemui rusuk yang tumbuh di dada
diam, menghikmati lindap jajar pulau di tengah saujana
angin menerkanerka
“apa yang dipikirkan, hingga kabut membekap tak dirasa”
mataharipun nyelinap di antara rimbun pepinus
membuat bayangbayang sempurna di permukaan air tenang
begitu lengang suasana dicipta hati
tak pernah menahu kapan diri beranjak pergi
SudutBumi, 2006