Hati Gadis Kecil
Desember 20th, 2006 by Lia
“Oke, sekarang giliran elo Sha!” Ujar Nadine bersemangat siang itu di café O’break. Keisha menggangguk dan tersenyum. Rasanya seperti kembali membuka memori masa lalu tentang ‘first love’-nya.
Lima tahun yang lalu
Mungkin saat itu aku belum mengenal dengan baik arti cinta yang sesungguhnya. Tepatnya hari itu di sebuah kolam renang. Ya, bisa dikatakan aku ini takut air. Kalau bukan karena teman-temanku, aku nggak akan pernah datang ke tempat yang isinya hanya ada air dan air. Membosankan.
Saat teman-temanku asyik berenang, hanya aku sendiri yang duduk di tepian sambil memainkan kakiku dalam kolam. Sampai saat itu….
BYUUR… mataku perih, nafasku sesak. Entah sudah berapa liter air yang terminum. Sampai akhirnya aku hampir kehilangan alam sadarku dan merasakan tangan besar dan hangat menarikku keluar dari air kolam itu.
“Kamu nggak apa-apa?” Tanyanya begitu aku sadar.
“…” Aku tidak bisa berkata-kata.
“Maaf ya. Tadinya aku mau nyapa kamu.” Ucapnya sambil duduk di sebelahku.
Menyapa aku? Apa aku kenal dengan orang ini? Rasanya aku nggak pernah liat orang ini. Siapa dia?
“Nyapa aku? Kenapa? Memangnya kakak kenal sama aku?”
“Ya…, enggak sih. Tapi aku ngeliat kamu dari tadi sendirian. Makanya aku mau nyapa. Tapi malah kamu-nya kaget. Maaf ya.”
“Nama kamu…Keisha?” Tebaknya.
“Iya…Kok kakak bisa tau?”Tanyaku dengan polosnya .
“Eng…aku…aku…dikasih tau sama temanmu. Oh ya mereka khawatir sekali lho”Ujarnya gugup.
“Oh ya nama kakak siapa?”
“Namaku Natan.”
Itu adalah pertemuanku yang pertama dengannya. Ternyata, Natan itu sudah kelas 1 SMA. Saat itu pasti aku hanya anak kelas 5 SD ingusan yang sangat merepotkan. Awalnya, aku menyangka itu adalah pertemuan terakhir tapi ternyata tidak. Keesokan harinya aku melihat Natan menunggu di depan rumahku.
“Kakak? Kakak sedang apa di sini?”tanyaku keheranan.
“Mmm…rumahku dekat sini. Kebetulan mampir, jalannya juga searah dengan sekolahku.” Jawabnya. Tanpa ada rasa curiga sedikit pun aku diantar ke sekolah olehnya setiap hari. Tentu saja mama tidak tahu akan hal ini. Tapi kenapa dia tampaknya misterius?
Lama kelamaan aku menyukainya. Dari caranya menyayangiku, melindungiku, itu membuatku bingung apakah ini berarti aku jatuh cinta? Ataukah hanya kekaguman sesaat? Atau hanya perasaan sebagai kakak karena selama ini aku tidak punya kakak? Uh…aku bingung.
Beberapa hari kemudian…
“Sha…Mau ke café dulu nggak?”
“Terserah kakak aja!”
Di café, Natan memesan segelas fanta untukku. Wajahnya tampak begitu serius. Aku jadi penasaran, ada apa sebenarnya. Dia membuka pembicaraan.
“Sha…Mungkin ini terakhir kalinya kakak bisa bertemu kamu.”
“Lho?Kenapa, kak?”
“Begini, sebenarnya kakak nggak tinggal di sini. Kakak datang dari Jakarta. Udah saatnya kakak kembali ke sana. Kan nggak mungkin kakak terus-terusan bolos.”
“Kenapa kakak bolos?”
“Karena kakak mencari kamu!”
“Aku?Kenapa?”
“Keisha…mungkin udah saatnya kakak ngasih tau kamu sesuatu,”
“Aku juga mau kasih tau kakak sesuatu.”
“Apa?”
“Aku suka kakak.”
“Aku juga suka kamu, Keisha..”
“Kalau gitu berarti kakak mau jadi pengantin aku kalau aku udah besar?”
“Keisha, itu nggak mungkin” Natan menarik nafas panjang.
“Kenapa?Apa karena aku masih terlalu kecil? Atau…”
“Ssst…Keisha dengar dulu, aku juga suka sama kamu tetapi kita nggak mungkin menikah karena aku…aku…kakak kamu”
“Aku nggak percaya!! Kakak pasti bohong sama aku kan? Ayo, kak bilang kalau kakak bohong!”
“Sha…aku juga ingin semua adalah sebuah kebohongan tapi nggak bisa. Awalnya, aku juga nggak percaya. Siang itu, sepulang sekolah, aku lihat orangtuaku bertengkar tentang kamu. Ternyata, aku masih punya adik dari ‘wanita’ yang lain. Dan itu kamu. Aku jadi penasaran, makanya aku mencari kamu, sayang.”
Aku hanya dapat terdiam.
“Tapi, kamu nggak nolak aku jadi kakak kamu, kan?”
Aku shock, sama seperti saat aku tenggelam waktu itu. Tapi kali ini mataku bukan pedih karena air kolam namun karena air mataku yang menggenang. Dengan berat hati, aku membuka mulutku.
“Kak…jujur, aku suka banget sama kakak. Dan aku sedih waktu aku dengar hal itu. Tapi…seandainya aku harus memilih, aku pasti lebih memilih menjadi adik kakak daripada harus berpisah dengan kakak.”
“Kamu jangan nangis dong. Sebagai gantinya, aku kasih nomor telepon dan alamatku. Kamu jangan lupa tulis surat ya,”
Begitulah, akhirnya Natan yang menjadi ‘first love’ ku kembali ke Jakarta, dan yang pasti aku sering mengirimkan surat kepadanya, tapi baru-baru ini aku mengirimkan surat kepadanya tidak lagi melalui pos tapi lewat SMS, karena baru saja mama memberiku handphone, aku kan nggak mau ketinggalan zaman. Dan sampai saat ini, mama sama sekali tidak tahu kalau aku kenal Natan, kakak tiriku yang selalu disembunyikan mama dengan mengatakan kalau papaku sudah meninggal.
Keisha mengakhiri ceritanya. Teman-temannya sempat terhanyut mendengar cerita Keisha yang ternyata punya masalah keluarga seberat itu. Apalagi dalam usia sedini itu.
“ Jadi ‘first love’ lo, kakak lo sendiri?”Tanya Rista keheranan.
“Gitu deh. Polos banget kan gue waktu kecil?”
“Wajar, lha..”
“Ok, sekarang giliran lo, Tania! Katanya kisah first love lo paling oke.”
Keisha kurang memerhatikan cerita Tania pada awalnya. Pikirannya masih menerawang jauh mengenang Natan.
***
Lia keren banget!!!Akhirnya setelah diperbaiki sana sini jadi juga cerpen lo!!!Thanks banget udah ngasih tau gue situs ini!!I like it very much!!
Uty suka sama cerita kamu. Bagus, walaupun emosinya mungkin kurang and dirasa agak tergesa-gesa. Wajar, sih. Namnya juga nulis cerpen. Semakin pendek, berarti semakin banyak yang harus dicepetin adegannya(?!?). Ajarin Uty buat nulis cerpen, ya!
Member baru yang belom posting apa2,
_*_PoeTry-4U_*_
cerita ini menarik skali loh….kalo untuk pgajaran budak2 sd ok bangat…
gue ingin memberi nasehat,kamu boleh pergi jauh kalo kalu terus menulis….
usaha untuk mempertingkatkan hasil penulisan kamu……:)
cerita yang hebat……ini buat jadi pelajar buat kita…cinta ngga memandang status usia dan embel2 lain…cinta adalah anugerah Tuhan….
Boleh juga ceritanya ,, bener kata thamie walaupun emosinya kurang dan agak tergesa2 ,, ok dech klo gituh sukses ja yah kedepannya,, moga ja loe bisa buat cerpen yang lebih bagus n menantang dari ini ..
n_n
bgz kox,,,,
mm6 a6x tlat q bc na,,,,
py q ska ,,,,,,
bwt pnuliz sukses trz yach’!!!!!!!!!!!!!!!
q tggu cerpen berikut na,,,,