KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Si Atik Pasti Kembali

Hari inilah saat Atik mendekap mereka
dua bocah menatap tak berdosa lalu mulai rasa kehilangan
mendekap mereka
berucap janji seorang ibu pasti kembali
Sedang bandara begitu ramai
Ada wanita tua mencoba menerima
putrinya pergi ke negri entah kemana
meninggalkan untuknya sikembar tanpa nama
Atik, jauh kau akan terbang dibawa sejuta harapan
tiap lakumu jangan lupakan Tuhan
dua buah cinta dengan lelaki yang telah di surga
akan merindukanmu
Rendahkan dirimu sampai mengecup tanah
mengecup tumit tumit tuanmu
menghargakannya jauh di langitmu yang tertinggi
tempat kita di sini, ujung paling bawah dari kematian
nak, kita di ujung paling bawah dari kehambaan
Dan Atik terbang
impiannya masih ada
harapannya ada

Hari inilah saat Atik mengubur jiwanya, angannya
setelah enam bulan bersujud mengecup tanah
dan tuan makin benamkan kepalanya oleh tumit tumit keras
lewat otoritas kebinatangan
berteriak, Atik menjerit menentang kebiadaban tuannya
mengutuk tuan sangat, caci maki penuh empedu terbakar
tapi hanya di dalam dada
dada yang terpuruk di kamar sempit di bawah gudang di bawah tangga
di bawah kekuasaan di bawah murka di bawah nafas mesum
digembok dari luar
di bawah nafas mesum
dan berahi melonjak tak tahan
waktu tuan masuk tubuhnya, menamparnya setelah itu
Atik menggigit bibir tatap langit tanpa warna
bintang tak pernah ada
gemuruh sakal menghempas menghantam
di hidupnya, lalu ratap
temani ibu membalik tanah dan menanam batang batang singkong sesekali kupangku
kembarku adalah surga
atau kupilih sandaran dada lapang seorang pria berkumis milik wanita tak berdosa dan
ketiga anaknya
mengapa tak kupilih mengelus dada lapang berbulu sejuta pria yang setelah masukiku
tentulah melempar setumpuk uang kertas plus senyum kepuasan
akulah kebodohan
kebutaan sesungguhnya bermula kekosongan
akulah kekosongan
akulah sampah tak berwujud

Hari inilah saat Atik pasti kembali
untuk sikembar untuk ibu
apapun terjadi
karna esok ia akan dihukum mati
seorang tkw meracuni kedua majikannya
di negri sobat nun jauh di sana
inilah kisah menghiasi siaran berita di negri tercinta
inilah kisah menjadi topik diskusi dialog interaktif sore ini
para pakar bidang bidang terkait mengkaji dan mengklarifikasi dan mengklasifikasi
dan mengkoordinasi dan seterusnya dan sebagainya
sedang jenazah almarhumah Atik lusa sampai di tanah air

september 2006

Tinggalkan Komentar