Senjaku Ketika Laut
Desember 18th, 2006 by yabesh
langit terpotong sepi
sudah sesenja ini kakinya mengecup langit
ada semburat jingga terlukis menahan nafsu
dan semakin menggelap menangkap ranting yang mengapung
“aku duduk, wahai ombak, berceritalah”
nelayan ke tengah sedang buih - buih ombak meramahi
perahunya mengecil, menitik, tertelan garis panjang sepanjang langit
ia bisa hilang tapi ia kembali, ia punya istri, punya anak
hidupnyalah senja ini
bersama teriakan burung- burung laut akan pulang
mengejar mentari yang tergopoh sembunyi
“aku duduk, wahai senja, menyanyilah”
bukit segitiga menyendiri di tengah laut
sesaat ini dalam pekat hitam ia akan menyamar hitam
tapi sebelum beradu gelap, pelan - pelan ia mengecil dalam tatapan yang semakin mengecil
bau nafas laut tak akan sesamar ini
“aku duduk, wahai langit, berpuisilah”
senja ini tak akan kembali
sedang sepi semakin berani
ranting yang mengapung telah menepi dan ombak berkali - kali melumat pantai
aku lagu
dalam langit menghilang, laut menghilang, senja menghilang
tinggal setitik terang milik nelayan di kejauhan
aku lagu
sejak senja di pantaiku
november 06