KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sekali Lagi Tentang Cinta

Seperti gurun yang rindukan air
Dahaga kita  menyusup jauh ke titik nadir
Apapun namanya sebut saja getir
Sebab cinta  bak terasa mulai afkir

Begitupun selalu saja ada peluang
Jangan bilang senja ini jadi penghalang
Berjalanlah atau tepatnya biarkan kaki  berpetualang
Sebab  rindu begitu ramai berterbangan di jalan-jalan

Aku melirik waktu yang kini
kian tergesa-gesa menaburi ragam pilihan
Datang dan pergi kisahnya  seiring musim
Menyanyikan angka-angka dalam almanak
Di mana kan berhenti ke mana kan berpijak
Adalah kita pemberi jawab
Sebab nurani masih menyisahkan tekad
Dalam benak kau dan aku

Maka, carilah peta agar kita
Dapat susuri gulita menuju wilayah imdah
‘tuk menunaikan rakaat kesetiaan
Menyempurnakan cinta  ini
yang terbengkalai bertubi-tubi
Dikikis kilau duniawi
Diombang ambing gemerlap nafsu
Dikejar-kejar kenangan biru  masa lalu

Dan aku  di sini kerap  menunggu pagi
Walau  malam  membuatmu sembunyi
Di balik sedu sedan dan sepi
Takkan usai buku rasa  membasah
Tergenang berulang-ulang entah  sampai kapan
Jika kita jua yang melayangkannya
Menjelma  suratan  panjang kehidupan

Tetapi mengapa jemarimu tak juga terurai
Padahal  aku telah begitu utuh
Mengulurkan senyum  seperti air di gurun
Melabuhkan  kesejukan
Ke jantungmu   berkali-kali
Ya berkali

Seperti gurun yang rindukan air
Akulah air di gurunmu… mengalir

Deli Serdang, 13  Desember 2006

Tinggalkan Komentar