KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sajak Anak yang Terbuang

Jalan ini masih panjang

Hawa bau dosa asa suram dan batu batu penyandung kaki menyatu

Lama akan begini nikmati pekat kebusukan dalam raga masih kencang

Dan mata menerawang kosong ke neraka pintunya menganga

Nikmati keakuan kebebasan keangkuhan keperkasaan kala detik detik bertanya

ini saatnya berhenti atau entah sampai kapan

Kami masih ada meskipun sampah wujudnya dan dunia kami tempat tempat sampah

diakui dan dilestarikan keberadaannya

Jalan ini masih panjang

Dongeng dongeng kami adalah kisah hidup kami dalam norma norma mengancam,

formalitas memuakkan: ” sergap raja sok idealis serta ratunya, robohkan benteng benteng

religiusitas tak kami butuhkan, penasihat penasihat gombal, pendidikan sok mendidik

bubarkan semuanya!” teriak rakyat jelata sesungguhnya kami anak anak muda

yang terbuang

Namun tak ada mendengar kami karna kami jauh, kosong, rendah, dingin, gejolak,

sampah, berteriak, darah, picik, tersisih, abnormalitas, aku, kami, figur yang salah, tangis,

setan, memilih, kayamiskin, dosa, dosa, dosa

Kami memang abu sebelum terbakar. Kami salah. Kami apakah

Namun waktu nurani sedikit saja, rasa saat kami ingin seperti kamu semua

Normal, ekspresi, api, jiwa, cerah, dan pengakuan

Ajari kami, tampung, bina, rehab, rehab ( kalau tak malu mengakui )

Bukankah jalan ini masih panjang?

Dan kami ada wahai penguasa dan hati yang menganga

Lihatlah!

Betapa kami ada untuk dirubah

bukankah jalan ini masih panjang?

september 2006

Tinggalkan Komentar