KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Di Tubuhku yang Licin

berhentilah memandang kampung halaman

karena semua telah lanau berkat cuaca

kau lihat layanglayang itu

semakin meninggi di antara arakan gemawan

benang kecintaan yang kuat jauh terulur

karena cuaca telah mendedahkan sebuah ruang

di masingmasing hati tanpa batas

inilah tubuhku

yang tak pernah kau rasakan sebelumnya

licin seumpama belutbelut yang saling mengurai duka

membelit, menuntaskan setiap dahaga yang lama tak terlunasi

menaburkan perih peristiwa

karena garam yang kau sebarkan

di sekujur tubuh adalah kenangan

SudutBumi, 2006

Tinggalkan Komentar