Subuh
Desember 15th, 2006 by lubisgrafura
Aku lebih menikmati persetubuhan
yang sedang kau ramu antara
khayal, mimpi, dan batas sadarku
kau buka tumpukan-tumpukan
kenangan pada lobang ingatan yang menganga
kau hadirkan sepasang payudara
dari perempuan yang gambarnya ada
pada tumpukan-tumpukan kenangan
lantas, kau taruh sepasang paha tepat didepan
mataku. Sedang aku tak mampu berbuat apa-apa
ketika perempuan itu kauhadirkan menjamahku
hampir saja aku sadar ketika subuh merayap
pada tatih-tatih lengkingan adzan.
Namun, kau bungkam sepasang telingaku dengan
masing-masing sepasang payudara
juga pada pelupuk mataku yang hawa dingin kau
hempaskan seperti ketika aku membuka lemari es
yang kosong.
Dan kau hadirkan padaku persetubuhan
hingga cahaya menerobos celah-celah jendela
pada selakangan yang basah.
Malang, 2006