Merintih Mati Untuk Kembali
Desember 15th, 2006 by chairanhafzanyurma
tapi harus kunamai jua
segenap silsilah udara
menubuh mekar anak-anak dunia
adalah gemuruh yang berwarna saga
mesum dalam pipimu
kemudian daging-daging mencerabut
akar dari muasal tangis
menjelang detik-detik perjanjian
antara kau dan tuhan
– dewasa
kau belah ranum dada bianglala
tidakkah kau lihat?
bidadari istriku telanjang di dalam langit
meski mulai tegak surya
kembali merintih mati untuk kembali
2006