Selagu Biasa
Desember 14th, 2006 by king
buat septian rizki amelia
antara,
atas rerumput muda tersembul
selapang luas tanah lembab rawa kering
terang benderang transparant mentari senja meraba
burung-burung gereja riuh berguling canda…
dan angin pelan mengelus
……
aku sendiri, gita cintaku
terapit di seruas-ruas lekuk wajahmu, masih bisa menggusar jalan tapi
melamun diri terbang melayang, mencari ruang lepas mendarat
sejalur landas pacu mengudara mengenal diri mencari bayang…
hilir mudik tiada mendapat…
selepas sendu angin berbisik
kita berbaring menindih serumpun rumput, iring merdu burung-burung
kau adukan dahimu ke dahiku bertanya selalukah kau mesra kepadaku..?
dan bagimu aku ini seindah senja yang kau rasa…?
sehabis apa terucap selalu senja, kini jiwa kehabisan kata
maka gita cintaku sayang, kucoba mengelus wajahmu
meraih bibirmu di balik rupa, kau menggeliuk merapat tubuhku…
bermain orkes seguman mulut…
tiada segan dan tiada cemas
terus menari gita cintaku
di bawah rupa langit yang tiada asing
selukis di atas kanpas…
teruslah dan terus hidup gita cintaku
torehlah warna warni sejuta kehidupan
di tubuhku…
selagu biasa yang selalu kita mainkan…