Sepi
Desember 13th, 2006 by sri sayekti
Malam sunyi senyap…
Menyelinapkan gelapnya pada hatiku yang meronta
Tertusuk dinginnya hatimu yang semakin jauh
Jauhi aku…, tanpa beban dan batas manusiawi
Malam tlah tancapkan empedu sepi
Pada hari-hariku yang semakin bersendiri kaku
Kuliti nafasku hingga mengeluarkan butiran-butiran darah
Tebarkan sepi…
Tertusuk sepi…
Terbius sepi…
Setiap saat…
Aku harus menghela sepi dan menatap malam kelam
Kauhiasi mataku dengan tatapan trauma!
Baurkan sepi, muntahkan kebaikan-kebaikan…
Kaudinginkan! …putuskan, pudarkan, hilangkan, lenyapkan, kuburkan, binasakan, hempaskan……, semuanya
Sebuah persahabatan murni
Mars Utara, 26 Januari 2006