Sebuah Drama
Desember 11th, 2006 by aiwiwa
Senyap, sunyinya suasana hati, tetap sendiri
kotor, bau, dekil, hii…
begitu cara mengatai
orang-orang begitu sakit hati,mudahnya
yang bertanya yang mana?
sakit hati atau apa? siapa? yang mana?
bingung aku dibuatnya ,selalu bertanya
siapa bertanya siapa ditanya
oh…dunia sungguh aku merana
kau semakin sempit
dibuatnya, manusia ikut-ikutan pelit
si miskin jadi semakin
si kaya merasa jumawa
sekarang saatnya buka mata, drama sudah dibuka
bumi pencerita, langit berduka ,manusia …
lakonnya
tentang ketamakan beristrikan
kesengsaraan
Pertama si tikus berdasi, bangun pagi, makan roti
si istri selalu digigit
makan hati, sakit
menjerit
semua tutup telinga
tuli pura-pura
tak mau dibuka
karena mereka buta
yang mana? hati atau kepala?
keduanya, semoga…
Matahari tampang muka
bersedihkah juga? (lagi-lagi bertanya)
si tikus kembali berlaga
tapi sedikit sengsara
uh…panas keluhnya
selanjutnya….
masuk kantor “pejabat”
disapa cecunguknya hangat
tapi langkah terasa berat
badan penat jidat minta dipijat
merasuk hawa jahat
tolong panggilkan penikmat
mereka terlaknat
Si garang mengantuk berat
sinarnya mulai lenyap
si tikus naik mobil hebatnya
pulang ke rumah “sendiri”nya
sanyup-sanyup terdengar suara
terlihat si buruk rupa di sampingya
menyapa
tak sempat gigi dua melihatnya
karena kini ia buta
untuk selama-lamanya
Gelap pekat
terasa sakit amat sangat
dilihatnya si penyapa
beribu jumlahnya
dengan berbagai alat
tahulah kini bahwa
rumahnya adalah neraka
terkabulkan doa si sengsara
tamat
akhir cerita sebuah drama
Itu c’Rita aPh siCh mKsuDx.. gaGh nyMbunG gWe….
bDw da C’Rita bWaDh aNagh” gaGh?
AdEgHq mW q bkiNdh c’Rita dRmA bWaDh pnTaZ d’skuL
tLonG e-MaiL aKK ke :
silverhairedman82@yahoo.com
tHanX!!