Lebaran Seorang Guru Bantu
Desember 11th, 2006 by Zulmasri
maafkan anakmu tercinta
lebaran ini tak pulang sujud di pangkuan bunda
kepala serasa pecah, tarif angkutan melambungnya luar biasa
sementara honor tidak berubah
segala harapan dan doa
telah memenuhi semesta raya
tapi tetap saja, kehidupan di sini tak pernah berubah
walau telah enam puluh tahun lebih kita merdeka
maafkan anakmu bunda
lantunan takbir idul fitri tak mampu menggema
di antara tenggorokan kering kemarau melanda
lafadz doa dan senyum menghampa
wajah-wajah suci tak lagi mampu tercipta
teror bom dan kecelakaan jalan raya seolah berita biasa
yang tak pernah habis-habisnya
dan hari ini anakmu tercinta
hanya bisa pasrah di depan sekolah
jadi guru bantu
dengan honor yang tak melebihi gaji tukang batu
tetangga rumah yang ada di kampung kita
Pandansari, Oktober 2006