KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Aku tak menyesal dihadirkan sebagai terakhir
Sebagai penutup segala yang menghujung
Aku tak menyesal alam memperlakukanku demikian
Kubiarkan hidupku mengalir
Seperti air
Ingin kumuarakan air ini ke tempat jernih
Karena kubosan hidup dalam kekeruhan jiwa

Baru kurasakan hidup saat berangkat dewasa
Dulu aku mati
Hanya bisa tertawa
Melulu bahagia yang kurasa
Tak tahu bagaimana cara menangis
Apa itu pedih dan perih
Yang mencabik-cabik bulu hatiku
Terkoyak hancur
Jadi kepingan keluh dan doa

Sekarang, jaman emas itu sudah berlalu
Kutinggalkan dia di belakang
Tak peduli akan bahagia yang telah dibawanya
Karena dulu aku mati!
Aku mau tertawa saat menangis
Dan aku harus menangis saat tertawa

Kini dunia telah berubah wujud
Kutantang matahari
Meski tangan-tangannya memerah kulitku
Kuterobos malam
Meski dinginnya menusuk-nusuk nadiku

Bagai karang yang dengan gagah
Menantang serbuan ombak
Walau tubuhnya penuh luka menganga
Tapi ia tak pernah menangis
Tetap berdiri tanpa pedih

Kulafal hidupmu dalam pikiranku
Bagaimana ada makhluk setegar dirimu
Pastikan saat ini aku memohon
Ajari aku menjadi karang yang tak lelah menjadi tegar

..Dev..

Tinggalkan Komentar