Tanah Putih
Desember 9th, 2006 by Zie
Saat hati terasa tercabik-cabik.
Menangislah sekeras mungkin,
menangislah sampai darah mengalir dari mata merahmu. Berteriaklah sekeras kau bisa,
berteriaklah samapai tenggorokanmu berontak.
Lepaskan saja amarahmu jangan kau tahan percuma itu hanya menambah luka di hatimu.
Banting saja yang ada di depanmu biar rusak yang penting bukan hatimu yang rusak.
Karena jika barang yang rusak kita masih bisa memperbaikinya atau membeli yang baru,
tapi jika hatimu yang rusak tak ada satu pun toko di jagad raya ini yang bisa memperbaikinya.
Kalau membeli pun tak ada yang jual.
Aku memberi peringatan keras kepada hati yang luka jangan sekali-kali memberikan jiwa dan raga kepada malaikat izroil sebelum mendapat panggilan dari sang pencipta alam,
karena itu hanya kan memberi penyesalan seumur hidup bahkan seumur mati.
Wahai hati yang koyak cobalah angkat kakimu,
cobalah berjalan di atas tanah hitam, tapi jangan sekali-kali memungut tanah itu karena kau akan terhisap oleh kekuatan gaib yang terkandung di dalamnya.
Teruslah berjalan dan jangan menengok ke belakang karena itu hanya akan menambah goresan pada tubuh hati
JIka kau terus berjalan dan tidak menengok ke belakang sekali pun suatu saat kau akan sampai ke tanah putih. Disan ada dokter yang bisa mengobati hati yang luka, aku yakin saat itu juga hati akan mengukir sebuah senyuman. Senyuman terindah di jagad raya adalah senyuman sebuah hati yang luka yang telah menemukan sebuah rumah untuk dirinya.