KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Tentang Sisa Percintaan

Sisa percintaan semalam jelas tergambar di beranda hati kita,

Setelah lewati seribu bukit tak berwarna.
.

Kita membentuk kabut yang penuhi langit-langit kamar sunyi,

Yang terlahir dari sisa nafas.
.

Kau selalu tersenyum di balik pendar lampu,

Memaki kehangatan jemari di ujung kesunyian.
.

Tak adakah belaian malam ini? Untuk Membangunkan amarah yang pulas tertidur.

Cinta memang kelam, seperti tak ada jalan dalam gua tanpa pelita.
.

Diluar kamar petir menjadi petaka,

Dan hujan tertawa melihat darah yang meringis dari tubuhmu.
.

Angin yang belari lewati jendela mengetuk-ngetuk,

Tapi kau makin lekat di dadaku.
.

Kini matahari datang di wajahmu, dan kabut yang tersisa di alismu

Pudar bersama secangkir kopi untuk pagi ini.

Tapi masih kulihat lorong yang jauh menunggu di balik langit.

Tinggalkan Komentar