KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Nona Kecilku

Ayah-ibu
Ayah-ibu engkau besarkan aku
Penuh cina kasih
Pematang sawah kan jadi saksi
Tetesan hujan kan merasa iri
Melihat dan menyaksikan cintamu nan suci
Aku tahu engkau bukan pejabat tinggi
Aku tahu engkau bukan darah biru
Aku tahu engkau bukan ulama jumhur
Aku tahu engkau bukan elitis
Aku tahu engkau bukan priyayi
Aku tahu engkau bukan seorang politisi
Engkau biasa saja
Tapi aku bangga, bangga pada engkau
Seorang yang sederhana
Sepasang manusia, penuh dengan ikhlas

Ayah-ibu
Engkau besarkan aku
Dalam hidup yang penuh duri
Engkau ajari aku meniti hidup yang penuh liku
Engkau ajari aku berharganya air mata
Engkau ajarin aku berharganya tetesan keringat

Ayah-ibu
Engkau ajarkan aku cinta
Engkau ajarkan aku makna
Engkau ajarkan aku pelita
Engkau ajarkan aku siapah diri ini?

Ayah-ibu
Aku tahu engkau keras
Tiada pernah ciuman singgah di pipiku
Tiada pelukan dan belaian singgah
Tiada pelukan dan belaian ku terima
Sebagai seorang putra

Ayah-ibu
Tapi ak tahu itu ekpresi cinta dan kasihmu
Engkau ajarkan aku cinta yang berbeda
Engkau ajarkan aku cinta dengan kaji dan makna
Engkau ajarkan aku keyakinan
Lewat kepahitan dan kenyataan hidup

Ayah-ibu
Kerendahan hati dan ketulusanmu
Telah mengajarkan aku arti hidup

Ayah-ibu
Engkau ajarkan aku ketangguhan dan militansi
Engkau ajarkan aku pengorbanan
Engkau ajarkan aku menghargai
Sungguh cambukanmu
Ekpresi cinta sucimu

Ayah-ibu
Aku mencintaimu
Pelukan dan ciuman mesraku tak dapat singgah di kedua pipimu
Bukan aku tak sayang
Tapi……………
Itu ekpresi cintaku

Ayah-ibu
Air matamu sering mengalir
Saat tengah malam
Saat sepi nan sunyi
Engkau terbangun, engkau titipkan aku pada Rabbmu sepenuhnya
Jarang sekali engkau tertidur kembali
Basah matamu menangisiku

Ayah-ibu
Air mataku kan ikut mengalir deras
Ingin kucium kedua kakimu, tanda terimakasihku
Tapi betapa sulitnya, hanya hati ini yang bergumam
Aku engkau ajari dengan tingkah laku, bukan lewat kata

Ayah-ibu
Kala malam aku terbangun
Aku panjatkan doa untukmu
Atas kasih dan cintamu
Sungguh mulia hati dan cahya mu
Tiada segan engkau berkata” Nona kecilku maafkan kami, belum persembahkan yang terbaik untukmu”
Ku pandangi, wajahmu, kian menggenang disudut matamu

Deras airmataku mengalir……………….
Tuhan Ampuni segala salahnya andai dunia ini dapat ku genggam, kan ku persembahkan untuknya.
Ya Robbi ya Tuhanku
Tiada yang pantas untuk menggantikan kasih dan sayangnya
Ijinkan jannah dengan segala kenikmatannya untuk Ayah-ibuku
Amiiiiiin

Ayah-ibu
Kan selalu terngiang ditelingaku, pinta dan harapmu
Sederhana pintamu
Andai usiaku sempat
Nona kecilku
Harap engkau disampingku
Saat tua menjelang
Saat keriput melilit wajahku
Saat otot-otot mengkerut
Saat rambut mulai putih
Saat ingatan pudar
Saat kaki tak lagi melangkah
Saat mata tak lagi memandang
Saat bunga kematian tiba
Nona kecilku senja usiaku disampingmu

Nona kecilku
Kini pergilah
Selamilah dunia fana ini
Sayangku
Usia tak begitu lama
Dunia tempat singgah semata
Harap engkau tak terlena
Gemerlapnya dunia

Nona kecilku
Maknai setiap langkahmu
Ayah-ibu tak dapat persembahkan yang terbaik untukmu

Nona kecilku
Kami harap bahagia kan kau jelang
Berbagi cinta antar sesama
Tunaikan hak dan kewajibanmu
Syukuri anugrah yang Tuhan beri
Semoga Allah besertamu selalu
Dalam setiap desah nafasmu

Ayah-ibu
Nona kecil mencintaimu…………….!
“I  LOVE YOU……………………………”

Tinggalkan Komentar