Diam-diam Dalam Diam
Desember 3rd, 2006 by rhiyan_dhy
Karena perkenalan kita sederhana
Karena tatapanmu yang sederhana
Karena hati ini semakin terasa rumit
Karena kerumitan ini kian mencemaskan
karena aku mengagumimu diam-diam
Dalam diam
Karena perkenalan kita yang sederhana
Di ujung waktu yang begitu cepat berlalu
Saat nama cantik bersanding di bibir mungilmu
Dan dengan gesit kucatat semampunya
Karena tatapanmu yang sederhana
Aku menerjemahkan dalam hati dengan hati-hati
Menerjemahkan bola matamu yang indah-lemah
Di sudut matamu ada pula berkas yang aku harapkan
Berkas yang haruslah sama dengan perasaan ini
Karena hati ini semakin terasa rumit
Walaupun terlalu cepat aku menyimpulkan
Terlalu mudah aku merasakan sayang yang berlebih
Mungkin berlebihan dalam menerjemahkan
Ataukah kita sungguh-sungguh merasakan
Sayang yang sungguh-sungguh
Karena kerumitan ini kian mencemaskan
Menghapuskan nalar untuk berpikir
Menenggelamkan hati untuk merasai
Hanya kamu yang ternalar
Hanya kamu yang terasa ada
Ada adalah tiada
Tiada adalah sederhana
Sederhana merupakan kerumitan
Kerumitan bermakna ada
Ada bermakna kamu
Tiada berarti kamu
Sungguh sulit memastikan akan kerumitannya
Aku mengagumimu diam-diam
Inilah kata-kata yang pasti
Menyayangimu lekat-lekat dalam rumit
Memahamimu dengan arti-arti
Dalam diam